Fakta Ekonomi

Blue Bird Siap Lakukan Peremajaan Armada Besar-Besaran pada 2026

PT Blue Bird Tbk akan melaksanakan program peremajaan armada secara signifikan pada tahun ini untuk meningkatkan efisiensi biaya kepemilikan dan memastikan kualitas layanan di seluruh jaringan operasi...

U
Ulam Kirana
19 June 2026
6 pembaca
Foto: Ichsan Emrald Alamsyah/Republika
Foto: Ichsan Emrald Alamsyah/Republika

PT Blue Bird Tbk, perusahaan mobilitas terintegrasi terkemuka, sedang mempersiapkan pelaksanaan program peremajaan armada yang besar pada tahun ini. Langkah strategis ini diambil untuk mengejar efisiensi dalam pengeluaran total biaya kepemilikan aset (Total Cost of Ownership/TCO) serta untuk memastikan keandalan layanan di seluruh jaringan operasional di Indonesia.

Saat ini, Blue Bird memiliki jaringan bisnis yang kuat dengan dukungan infrastruktur yang luas di 22 kota besar di Indonesia. Perusahaan ini mengoperasikan 58 pool aktif, lebih dari 1.300 outlet penjualan, dan total armada yang melebihi 26.000 unit kendaraan. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menekankan bahwa kekuatan perusahaan tidak hanya terletak pada teknologi aplikasi digital, tetapi juga pada jumlah armada fisik yang tersedia di jalan. "Kami menjaga relevansi bisnis dengan berfokus pada keamanan, kenyamanan, stabilisasi, kemudahan akses, dan reliability. Kekuatan utama kita ada di jumlah unit yang siap melayani masyarakat. Karena itu, kesiapan aspek operasional tahun ini akan diperkuat," ungkap Adrianto.

Proyeksi Belanja Modal untuk Armada Baru

Manajemen perusahaan memperkirakan bahwa anggaran belanja modal (Capex) untuk pembelian unit baru tahun ini akan tetap sesuai dengan rencana ekspansi yang agresif. Sebagai perbandingan, tahun lalu, perusahaan berhasil melakukan pembelian dan peremajaan kendaraan antara 4.000 hingga 7.000 unit armada. Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono, menambahkan bahwa peremajaan armada yang telah habis masa pakainya tidak bisa ditunda, terutama untuk menjaga produktivitas di tengah persaingan yang ketat dalam industri transportasi. "Intinya untuk alokasi Capex, kita mengusahakan untuk bisa meremajakan lebih banyak kendaraan daripada pencapaian tahun lalu. Kendaraan yang baru secara karakteristik mesin tentu jauh lebih efisien, sehingga biaya perawatan jangka panjang bisa ditekan secara optimal," jelas Sigit.

Kesiapan Operasional untuk Menghadapi Tantangan

Dengan langkah peremajaan yang direncanakan, Blue Bird bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. Kesiapan armada yang prima diharapkan dapat mendukung perusahaan dalam menghadapi tantangan yang ada di industri transportasi, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Artikel Terkait