Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah meluncurkan program Beasiswa Doctor by Research. Inisiatif ini bertujuan untuk menambah jumlah peneliti yang memiliki gelar doktor serta memperkuat kapasitas riset di tanah air.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan bahwa pengembangan talenta riset dirancang sebagai ekosistem yang berkelanjutan. Program ini mencakup berbagai tahap, mulai dari magang mahasiswa, pendidikan magister dan doktor berbasis riset, hingga program pascadoktoral, kunjungan riset bersama, dan peneliti tamu.
Rincian Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi
Beasiswa yang dinamakan Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi (DTRI) ini ditujukan bagi lulusan sarjana dan magister yang ingin melanjutkan pendidikan doktor di bidang-bidang yang menjadi prioritas nasional. Beberapa fokus bidang studi meliputi:
- Kesehatan
- Ketahanan Pangan
- Digitalisasi (AI & Semikonduktor)
- Hilirisasi & Industrialisasi
- Pertahanan
- Material & Manufaktur Maju
- Energi
- Maritim
Selain DTRI, BRIN juga menawarkan program Doctor by Research (DBR) yang didukung oleh LPDP. Program ini dibuka melalui kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), serta berbagai universitas di Inggris, Australia, Prancis, dan Belanda.
Persyaratan untuk Mendaftar Beasiswa
Untuk dapat mendaftar Beasiswa Doctor by Research, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:
- Warga negara Indonesia (tidak termasuk CPNS/TNI/POLRI).
- IPK minimal 3,25 pada skala 4,00 dari jenjang pendidikan sebelumnya.
- Batas usia maksimal 40 tahun untuk pendaftar umum dan maksimal 42 tahun untuk pendaftar PNS.
- Persyaratan kemampuan bahasa Inggris untuk tujuan dalam negeri: TOEFL ITP: 530, TOEFL iBT: 70, PTE Academic: 50, IELTS: 6,0, Duolingo: 110.
- Persyaratan kemampuan bahasa Inggris untuk tujuan luar negeri: TOEFL iBT: 80, PTE Academic: 58, IELTS: 6,5, Duolingo: 120.
Pendaftar akan melalui beberapa tahapan seleksi, termasuk seleksi administrasi, bakat skolastik, dan substansi. Selama menempuh studi, penerima beasiswa diperbolehkan untuk tetap bekerja. Setelah menyelesaikan studi, alumni beasiswa diwajibkan untuk kembali dan mengabdi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n + 1). Alumni juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program pascadoktoral atau program mobilitas peneliti BRIN.