Fakta Pendidikan

BRIN Siapkan Strategi Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memetakan langkah-langkah untuk menghadapi potensi gempa megathrust yang dapat mengguncang Indonesia di masa depan. Melalui penelitian geologi, BRIN berup...

W
Wira Yudha
16 September 2026
33 pembaca
Peta Zona Megathrust di Indonesia. Foto: Dok. BMKG
Peta Zona Megathrust di Indonesia. Foto: Dok. BMKG

Jakarta - Gempa megathrust menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Dengan potensi untuk mengguncang Indonesia di masa mendatang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyusun langkah-langkah untuk menghadapi kemungkinan bencana ini. Joko Widodo, yang menjabat sebagai Ketua Task Force BRIN dalam penanganan bencana di Sumatera, mengungkapkan bahwa saat ini BRIN memiliki kelompok riset geologi yang fokus pada studi pergerakan lempeng tektonik. Salah satu metode yang digunakan dalam analisis pergerakan lempeng adalah teknologi satelit yang dapat mendeteksi pergerakan tanah.

“Sehingga dari situ bisa mencerminkan pergerakan dari lempeng tektonik yang ada dan kami bisa perkirakan kira-kira potensi energinya seperti apa,” ujarnya saat ditemui setelah Kick Off Meeting Task Force Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana di Gedung BRIN, Jalan Gatot Subroto No 10, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).

Pentingnya Memahami Pergeseran Lempeng

Joko menambahkan bahwa jika suatu wilayah mengalami pergeseran lempeng namun tidak disertai dengan gempa, hal tersebut justru menjadi tanda bahaya. “Potensinya kan besar ya. Kalau seandainya ada pergeseran lempeng tektonik tetapi ada gempa kecil-kecil yang sering terjadi, itu justru malah risikonya lebih kecil gitu. Karena energinya kan dirilis sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Riset Zona Rawan Gempa

BRIN juga melakukan penelitian pada berbagai zona rawan gempa, termasuk zona Selat Sunda. Menurut Joko, Indonesia terletak di kawasan Ring of Fire, yaitu lingkaran gunung api yang membentang dari Amerika Selatan hingga Jepang. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024, terdapat 14 zona megathrust di Indonesia yang berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitudo yang signifikan.

Zona Megathrust Aceh-Andaman diperkirakan dapat menghasilkan gempa dengan magnitudo maksimum 9,2. Zona Megathrust Nias-Simelue berpotensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 8,7. Selain itu, ada juga Zona Megathrust Batu yang berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitudo maksimum 7,8, dan Zona Megathrust Mentawai-Siberut yang dapat mencapai magnitudo 8,9. Beberapa zona lainnya, seperti Zona Megathrust Jawa, juga menunjukkan potensi yang besar dengan magnitudo maksimum mencapai 9,1.

Dengan pemetaan yang dilakukan oleh BRIN, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman gempa megathrust yang mungkin terjadi di masa depan.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait