Jakarta - Singa biasanya dipandang sebagai predator yang menakutkan berkat surai besarnya, namun predator yang paling berhasil justru adalah capung kecil berukuran 45-50mm. Para ilmuwan menganggap capung sebagai predator dengan keterampilan berburu yang sangat mengesankan. Capung dari subordo Anisoptera memiliki tingkat keberhasilan dalam menangkap mangsa yang mencapai 95 persen.
Menurut Prof Tri Atmowidi, seorang pakar Entomologi dari IPB University, "Berbagai penelitian menunjukkan bahwa capung Anisoptera adalah predator paling sukses di dunia. Tingkat keberhasilan predasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan banyak predator lainnya." Pernyataan ini mengacu pada studi yang dilakukan oleh Rachel Crane, peneliti dari University of California, Davis, yang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan capung dalam berburu lebih tinggi dibandingkan dengan lumba-lumba yang mencapai sekitar 90 persen, cheetah sekitar 50 persen, dan serigala sekitar 20 persen.
Mata dan Sistem Saraf yang Canggih
Keberhasilan capung dalam berburu dapat dikaitkan dengan adaptasi evolusioner yang melibatkan sistem penglihatan, sistem saraf, dan kemampuan terbang yang didukung oleh otot-otot toraks. "Capung memiliki sepasang mata majemuk yang sangat besar yang menutupi hampir seluruh bagian kepala. Setiap mata terdiri dari sekitar 30.000 unit mata individu, atau yang disebut ommatidia," jelas Prof Tri.
Mata capung memiliki kemampuan untuk melihat hampir 360 derajat, memungkinkan mereka mendeteksi pergerakan objek di sekeliling mereka, baik di atas, di bawah, di depan, maupun di belakang secara bersamaan. Selain itu, sistem saraf pusat capung juga berperan penting. Prof Tri menjelaskan bahwa capung memiliki sel saraf khusus yang dikenal sebagai target-selective descending neurons (TSDN), yang berfungsi untuk memproses sinyal visual dari objek kecil yang bergerak dan memungkinkan capung bereaksi terhadap gerakan mangsanya dalam waktu milidetik.
Predator Sejak Tahap Nimfa
Capung menunjukkan bakat berburu bahkan sejak tahap nimfa. Nimfa capung dapat memangsa larva nyamuk (jentik) dan hewan air kecil lainnya. Mereka memiliki bagian mulut khusus yang disebut labium, yang dapat didorong ke depan menggunakan tekanan cairan tubuh untuk menangkap mangsa. Tingkat keberhasilan nimfa dalam berburu berkisar antara 60 hingga 70 persen. "Berdasarkan meta-analisis, seekor nimfa capung dapat mengonsumsi rata-rata 40 larva nyamuk per hari," ungkapnya.
Dengan berbagai kemampuan luar biasa ini, capung terbukti menjadi predator yang sangat efektif di alam.