Fakta Pendidikan

Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Masyarakat Miskin di Eropa

Sebuah studi di Eropa menunjukkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi memengaruhi kerentanan masyarakat terhadap cuaca ekstrem, dengan kelompok miskin paling terpengaruh oleh suhu panas dan dingin.

W
Wira Yudha
21 June 2026
4 pembaca
Foto: Justin Tallis/AFP/Getty Images/Potret Gelandangan di Inggris.
Foto: Justin Tallis/AFP/Getty Images/Potret Gelandangan di Inggris.

Cuaca ekstrem memiliki dampak yang berbeda bagi setiap individu. Penelitian besar yang dilakukan oleh Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi dan sosial berperan penting dalam risiko kematian akibat suhu ekstrem. Studi ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Health, menganalisis lebih dari 161 juta data kematian di 32 negara Eropa antara tahun 2000 hingga 2019.

Peneliti menyatakan bahwa perubahan iklim kini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 180 ribu kematian terkait suhu panas telah tercatat di Eropa. "Karena perubahan iklim tidak memengaruhi semua populasi secara setara, hasil kami membantu menilai dan memperkuat bagaimana faktor sosial-ekonomi dimasukkan ke dalam kebijakan adaptasi," jelas koordinator studi Joan Ballester.

Risiko Kematian yang Tinggi di Wilayah Miskin

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kemiskinan dan ketimpangan sosial yang tinggi menghadapi risiko kematian yang lebih besar akibat suhu ekstrem. Beberapa faktor yang memperburuk dampak cuaca termasuk kondisi rumah yang tidak layak, kesulitan dalam menghangatkan rumah saat musim dingin, akses layanan kesehatan yang terbatas, serta rendahnya pemahaman tentang kesehatan.

Para peneliti menggunakan berbagai indikator sosial-ekonomi, seperti indeks ketimpangan pendapatan (Gini index), kesulitan dalam menjaga rumah tetap hangat, serta deprivasi sosial dan material. Mereka menemukan bahwa ketidakmampuan untuk menghangatkan rumah diperkirakan berkaitan dengan lebih dari 300 ribu kematian terkait suhu di Eropa, sementara ketimpangan ekonomi berhubungan dengan sekitar 177 ribu kematian. Peneliti utama, Blanca Paniello-Castillo, menekankan bahwa kondisi sosial merupakan faktor penting dalam menentukan seberapa baik seseorang dapat menghadapi perubahan suhu. "Daerah dengan GDP per kapita lebih tinggi menunjukkan mortalitas lebih rendah akibat dingin, tetapi lebih tinggi selama cuaca panas," ungkapnya.

Wilayah Kaya: Aman dari Dingin, Rentan terhadap Panas

Menariknya, daerah dengan ekonomi yang lebih maju menunjukkan pola yang berbeda. Wilayah dengan pendapatan tinggi dan harapan hidup yang lebih panjang cenderung lebih aman saat cuaca dingin, yang diduga disebabkan oleh kualitas rumah yang lebih baik, sistem kesehatan yang lebih kuat, dan angka kemiskinan energi yang lebih rendah. Namun, wilayah kaya juga mencatat angka kematian yang lebih tinggi saat terjadi gelombang panas. Peneliti menduga hal ini terkait dengan urbanisasi yang padat.

Kota besar menyerap panas lebih banyak melalui aspal, gedung, dan minimnya ruang hijau, yang dikenal sebagai "urban heat island" atau pulau panas perkotaan, membuat suhu di kota terasa lebih panas dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Penelitian ini menegaskan bahwa dampak perubahan iklim bukan hanya sekadar masalah suhu, tetapi juga berkaitan erat dengan ketimpangan sosial. Mereka yang tinggal di lingkungan dengan fasilitas yang lebih buruk memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi ketika menghadapi cuaca ekstrem.

Blanca menambahkan bahwa penelitian ini penting karena mencakup baik wilayah urban maupun rural, sehingga mewakili populasi Eropa secara keseluruhan. "Kami menganalisis data kematian harian di 32 negara Eropa, termasuk lebih dari 161 juta kematian antara tahun 2000 dan 2019," jelasnya. Temuan dari studi ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan adaptasi iklim yang lebih adil, dengan perlindungan terhadap cuaca ekstrem yang tidak hanya bergantung pada peringatan panas atau dingin, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang paling rentan.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait