Jakarta, CNN Indonesia -- Sufmi Dasco, Wakil Ketua DPR, memberikan orasi di atas mobil komando setelah mengadakan pertemuan tertutup dengan perwakilan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di depan kompleks parlemen pada Jumat malam, 19 Juni. Dalam pidatonya, Dasco menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.
Dia menyatakan bahwa beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR telah disampaikan langsung kepada pemerintah dan pejabat terkait. "Beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR, kami juga sudah sampaikan. Dan Insyaallah kita akan lanjutkan dan kita akan tindaklanjuti," ujar Dasco.
Koordinasi dengan Kepolisian
Dasco menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mencabut status tersangka terhadap 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang saat ini masih terjerat kasus hukum. Dia berkomitmen bahwa proses pencabutan status tersebut akan dilakukan dalam waktu satu minggu. "Tadi Ketua Komisi III DPR sudah berkomunikasi. Dalam satu minggu ke depan, Insyaallah mahasiswa Trisakti yang 16 itu status tersangkanya akan dicabut," katanya.
Pelepasan Mahasiswa yang Ditahan
Selain itu, Dasco juga berjanji akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membebaskan dua mahasiswa dari Universitas Mercu Buana yang ditahan karena membawa bensin saat menuju DPR. "Kenapa ditahan, karena dia membawa bensin, ditahan. Tapi malam ini, begitu bubar demo ini, dia langsung bebas. Lepas dari sini," ungkapnya.
Dasco juga menyampaikan bahwa dia telah berkomunikasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk melakukan penghematan. Menurutnya, akan ada penghematan sekitar Rp70 triliun dari tata kelola yang tidak efektif di masa mendatang.
Terhadap sejumlah tuntutan lainnya, Dasco menegaskan bahwa DPR akan terus berkoordinasi dengan pemerintah. Tuntutan tersebut mencakup perbaikan program MBG, penghematan anggaran negara, serta kesejahteraan guru honorer. "Nah yang lain-lain, terkait dengan tuntutan-tuntutan yang lainnya, kami akan secepatnya komunikasikan dan tindak lanjuti, sampaikan dengan pemerintah," tambahnya.