Fakta Ekonomi

Dialog Formas: Tantangan Global Sebagai Ujian untuk Ketahanan Ekonomi Indonesia

Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) mengadakan Dialog Nasional di Universitas Tarumanagara, Jakarta, untuk membahas rekomendasi kebijakan dalam menghadapi ketidakpastian global. Kegiatan ini bert...

A
Agustinus Jaya Wiratama
18 July 2026
79 pembaca
Foto: Dok Istimewa
Foto: Dok Istimewa

Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menyelenggarakan Dialog Nasional pada Jumat sore (17/7/2026) di Kampus Universitas Tarumanagara, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global. Ketua Panitia Dialog, Serian Wijatno, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Formas, mengangkat tema "Menguji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Turbulensi Global: Tahan Banting atau Rentan?".

Pembicara dan Peserta Dialog

Dialog ini dihadiri oleh sejumlah pembicara terkemuka, termasuk ekonom Piter Abdullah, Hendri Saparini, Anthony Budiawan, dan Wijayanto Samirin. Rektor Universitas Tarumanagara, Ahmad Sudiro, serta berbagai tokoh dari dunia usaha dan akademisi nasional juga turut hadir. Dalam pembukaannya, Serian Wijatno menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini dapat diibaratkan sebagai kapal yang berlayar di tengah badai akibat konflik geopolitik, disrupsi teknologi, dan penurunan daya beli masyarakat.

Rekomendasi Kebijakan untuk Menghadapi Tantangan

Serian Wijatno menegaskan bahwa tantangan global saat ini merupakan ujian nyata bagi ketahanan ekonomi nasional. Dia mengutip, "Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa laut yang tenang tidak pernah melahirkan pelaut yang tangguh," untuk menggambarkan situasi yang dihadapi. Dia menekankan pentingnya dialog ini dirancang secara kritis agar dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan ekonomi yang realistis, jelas, dan dapat segera diimplementasikan oleh pengambil kebijakan, bukan hanya sekadar wacana akademis.

Senada dengan pernyataan Serian, Ketua Umum Formas, Yohanes Handojo Budhisedjati, menjelaskan bahwa inisiatif dialog ini diambil sebagai respons terhadap fase ketidakstabilan ekonomi dan inflasi yang mulai memicu resesi di berbagai sektor domestik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia.

Artikel Terkait