Dr. Tasdiyanto, S.P., M.Si., seorang birokrat sekaligus akademikus, telah resmi diangkat sebagai Professor of Practice in Environmental Economics di Universiti Geomatika Malaysia. Prosesi pengukuhan berlangsung di Melaka pada hari Sabtu, 3 Oktober.
Penghargaan dan Harapan dari Pihak Universitas
Prof. Dr. Tulus Suryanto, Presiden ASEANACA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pengukuhan Dr. Tasdiyanto. Ia berharap pengalaman yang dimiliki Dr. Tasdiyanto dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan serta pembangunan berkelanjutan. "Kami bangga salah satu putra terbaik Indonesia dengan pengalaman panjang di pemerintahan di bidang lingkungan mendapat kepercayaan akademik ini. Terima kasih kepada Universiti Geomatika Malaysia yang terus membuka ruang kolaborasi akademik Indonesia–Malaysia," ungkap Prof. Tulus.
Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia, Prof. Datuk Sr. Dr. Mazrin Rohizaq Che Rose, juga menyambut baik pengukuhan ini. Ia menilai bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk menghubungkan pengalaman praktis dengan dunia akademik. "Professor of Practice diharapkan membawa pengalaman nyata dari dunia profesional dan pemerintahan ke lingkungan universitas. Juga memperkuat kolaborasi internasional, khususnya antara Malaysia dan Indonesia," ujarnya.
Rekam Jejak Dr. Tasdiyanto di Dunia Pemerintahan
Acara pengukuhan ini dihadiri oleh TYT Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, Yang di-Pertua Negeri Melaka. Dr. Tasdiyanto memiliki pengalaman yang luas di pemerintahan, termasuk menjabat sebagai Sekjen Komnas HAM RI dari tahun 2017 hingga 2021, serta Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan hingga 2025. Ia juga pernah menjadi Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta merangkap sebagai Plt. Deputi Kantor Staf Presiden.
Dr. Tasdiyanto meraih gelar doktor dalam Ilmu Lingkungan dari UGM dengan predikat cum laude pada tahun 2010. Selain kariernya sebagai birokrat, ia sering diundang untuk memberikan kuliah umum dan menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Sebelas Maret Solo dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Saat ini, ia juga tercatat sebagai Advisory Board dan Dosen Praktisi di Sekolah Pascasarjana UGM, serta Dosen di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.
“Pengukuhan ini merupakan amanah untuk ikut membangun generasi penerus melalui dunia pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan cara-cara baru untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8 % dan menjadi negara maju yang berperadaban ramah lingkungan,” kata Tasdiyanto. Ia menekankan pentingnya bidang ekonomi lingkungan dalam menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
Acara pengukuhan berlangsung di hadapan pimpinan universitas serta Majelis Syarahan Profesor Universiti Geomatika Malaysia dan merupakan bagian dari rangkaian 7th ICOSTELM 2026, yang mencakup konferensi internasional, seminar, serta diskusi lintas sektoral dengan kehadiran delegasi dari 18 universitas anggota ASEAN Academic Association (ASEANACA).