Fakta Pendidikan

Dua Mahasiswa Telkom University Dikeluarkan Karena Kasus Perundungan

Dua mahasiswa yang terlibat dalam tindakan bullying di Telkom University telah dikeluarkan dari kampus. Rektor universitas meminta maaf atas insiden tersebut dan menegaskan komitmen untuk menciptakan...

N
Narayana Putra
12 October 2026
25 pembaca
Wacana Pemakzulan Gibran, PAN Masih Kaji Putusan MK
Wacana Pemakzulan Gibran, PAN Masih Kaji Putusan MK

Jakarta - Telkom University (Tel-U) mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan dua mahasiswa yang terbukti terlibat dalam aksi perundungan. Rektor Telkom University, Suyanto, menyatakan bahwa sanksi ini diberikan setelah proses pemeriksaan selesai.

"Sanksi administratif akademik telah ditetapkan terhadap dua mahasiswa. Penetapan sanksi dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku," ungkap Suyanto, dalam pernyataannya pada hari Minggu (11/10/2026).

Pernyataan Rektor dan Perlindungan Korban

Suyanto juga menyampaikan permohonan maaf atas nama universitas terkait insiden bullying ini. Pihak kampus mengutuk keras tindakan para pelaku. "Atas nama Universitas Telkom, saya selaku rektor menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf, khususnya kepada korban dan keluarganya, serta kepada rekan-rekan mahasiswa secara internal maupun pihak-pihak eksternal," tambahnya.

Selain itu, pihak kampus telah memberikan perlindungan kepada korban. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni Telkom University, Ratri Wahyuningtyas. Ia menegaskan bahwa Telkom University berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua orang. "Kami berharap bahwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi semuanya, khususnya untuk Telkom University, kami akan selalu berkomitmen untuk menjadi kampus yang inklusif dan aman," ucap Ratri.

Motif Perundungan dan Tanggapan Mahasiswa

Sampai saat ini, motif di balik tindakan perundungan yang dilakukan oleh kedua mahasiswa tersebut belum diungkap. Namun, pihak kampus memastikan bahwa tidak ada motif dendam yang terlibat. "Kalau motif dendam itu tidak ada, karena memang yang bersangkutan dan juga korban sebetulnya sama-sama mahasiswa baru," jelas Ratri.

Antara pelaku dan korban juga tidak memiliki latar belakang saling kenal sebelumnya. Mereka baru bertemu setelah bergabung di Telkom University. "Jadi memang tidak ada histori dan rekam jejak sebelumnya yang menunjukkan kedekatan keduanya sebelum bergabung di Telkom University," tambahnya.

Sejumlah mahasiswa juga telah menyuarakan kecaman terhadap tindakan bullying ini. Indah, salah satu mahasiswa, mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat rekaman perundungan tersebut. "Marah saya lihatnya, kasihan, kena mental itu pasti anaknya," ujar Indah.

Indah juga menyoroti tindakan pelaku yang menyulut korek api ke arah sprei, yang dapat memicu kebakaran. "Gimana kalau ada yang kebakar, kebayangkan kalau terjadi kebakaran," katanya.

Mahasiswa lainnya, Rena, menuntut tindakan tegas berupa pengeluaran dari kampus jika pelaku terbukti sering melakukan aksi serupa. "DO saja! Kesal saya lihatnya," tegas Rena.

Saksikan informasi dan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Senin (12/10/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, TikTok, dan Facebook detikcom.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait