Madiun - Tindakan Dwi Bagus Martono yang membunuh Dini Hardiyanti (30) dan anaknya Arshaka Ghafa El Faezya (4) di Kota Madiun semakin terungkap. Dwi dikabarkan telah membuat tungku baru di area belakang rumahnya yang digunakan untuk membakar jenazah kedua korban demi menghilangkan jejak kejahatan.
Menurut laporan detikJatim pada Sabtu (31/10/2026), Dwi Bagus beralasan bahwa tungku tersebut dibuat untuk membakar sampah. Tungku yang memiliki tinggi sekitar 2 meter dan terbuat dari bata ringan itu digunakan oleh Dwi untuk membakar jenazah Dini dan anaknya. "Jadi tungku dibuat setelah insiden pembunuhan," jelas Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur.
Lokasi dan Kondisi Tungku
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa tungku yang menjadi lokasi rekonstruksi oleh Dwi Bagus Martono terletak di belakang rumah di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo. Letak tungku berada di bagian ujung selatan pekarangan belakang rumah yang dikelilingi oleh banyak tanaman bonsai. Tungku tersebut dibangun sangat dekat dengan rumah tetangga dan cukup jauh dari rumah istri sah Dwi.
Asap yang dihasilkan dari pembakaran masih terlihat di tembok rumah tetangga. Bahkan, daun pisang milik tetangga yang berdekatan dengan tungku juga mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Pengakuan dan Penyelidikan Lanjutan
Kasus ini terus diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian, dan informasi mengenai alasan di balik tindakan Dwi Bagus akan terus digali. Masyarakat setempat pun terkejut dengan peristiwa ini, mengingat Dwi sebelumnya tidak menunjukkan perilaku mencurigakan.
Baca juga: Penyebab Istri Sah hingga Tetangga Tak Tahu Dwi Bagus Bakar Jasad di Rumah.