Ratusan pendidik, pemimpin sekolah, serta inovator pendidikan berkumpul di Bina Bangsa School (BBS) PIK, Jakarta, dalam acara Future Learning Southeast Asia (FOLSEA) 2026 yang berlangsung pada 10 hingga 11 Oktober 2026. Konferensi ini mengusung tema “Humanising Technology: Putting People at the Centre of the Future of Learning” yang berarti Memanusiakan Teknologi: Menempatkan Manusia sebagai Pusat Masa Depan Pembelajaran.
Sesi Utama dan Kegiatan Konferensi
Salah satu sorotan utama dari konferensi ini adalah sesi keynote yang disampaikan oleh Douglas Kiang dari Menlo School. Dalam sesi tersebut, Kiang membagikan wawasan dan mendorong para pendidik untuk berpikir kritis mengenai bagaimana teknologi berperan dalam membentuk masa depan pembelajaran. Selama dua hari acara, peserta terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk presentasi keynote, lokakarya praktik langsung, sesi micro-keynote, pameran inovasi pendidikan, serta diskusi kolaboratif.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pendidikan
Alvin Soliman Miclat, Co-Chair FOLSEA sekaligus Head of Educational Technology Bina Bangsa School, menyatakan bahwa para pendidik dari berbagai negara dan komunitas pendidikan saling berbagi pengalaman, praktik baik, tantangan, dan gagasan. Hal ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar tidak hanya dari para ahli, tetapi juga dari sesama pendidik. Kehadiran ratusan pendidik dari 13 negara menunjukkan semakin pentingnya kolaborasi regional dan internasional dalam dunia pendidikan.
Di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan dan teknologi digital yang dihadapi sekolah-sekolah di seluruh dunia, FOLSEA menjadi platform bagi para pendidik untuk berbagi secara terbuka tentang praktik yang telah berhasil diterapkan, hal-hal yang sedang mereka pelajari, serta tantangan yang masih dihadapi. Menjadi tuan rumah FOLSEA 2026 adalah kesempatan bagi Bina Bangsa School untuk menyambut komunitas pendidikan yang lebih luas di Jakarta dan berkontribusi dalam diskusi serta pertukaran gagasan yang melampaui batas sekolah maupun negara.
“FOLSEA bukan sekadar tentang menampilkan teknologi terbaru. FOLSEA adalah tentang mempertemukan para pendidik agar dapat belajar satu sama lain dan bersama-sama mencari cara untuk memanfaatkan teknologi dengan tujuan yang lebih bermakna,” ujar Alvin.
Acara selama dua hari ini mempertemukan komunitas pendidik dari berbagai latar belakang untuk menjalin koneksi, berkolaborasi, bertukar gagasan, serta mengeksplorasi bagaimana pendidikan dapat terus berkembang di era yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan dan teknologi baru. Inti dari FOLSEA 2026 adalah keyakinan bersama bahwa meskipun teknologi terus memperluas berbagai kemungkinan dalam dunia pendidikan, manusia harus tetap menjadi pusat dari proses pembelajaran.
Alih-alih hanya berfokus pada penggunaan teknologi, konferensi ini mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara terarah untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, memberdayakan siswa dan pendidik, memperkuat hubungan antarmanusia, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. “Teknologi akan terus berubah, tetapi pendidikan akan selalu berpusat pada manusia. Tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa inovasi memperkuat hubungan antarmanusia, bukan justru menggantikannya,” kata Alvin.
Selain sesi dan lokakarya yang diadakan, FOLSEA 2026 juga menjadi momentum untuk membangun hubungan dan jejaring profesional. Koneksi yang terjalin di antara para pendidik dari 13 negara membuka peluang untuk melanjutkan kolaborasi, berbagi pengalaman, dan belajar bersama, bahkan setelah konferensi berakhir. Acara ini menegaskan pesan penting bahwa masa depan pembelajaran tidak akan ditentukan oleh teknologi semata, melainkan oleh para pendidik dan siswa yang menggunakan teknologi dengan kesadaran, kreativitas, empati, dan tujuan yang jelas.
Setelah FOLSEA 2026 resmi berakhir di Jakarta, para peserta kembali ke sekolah dan komunitas masing-masing dengan membawa gagasan baru, koneksi baru, serta komitmen untuk membentuk masa depan pembelajaran yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.