Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (27/10). Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu untuk mendiskusikan berbagai masalah yang mereka hadapi, termasuk akses terhadap solar subsidi.
Gibran mendengarkan aspirasi dari nelayan mengenai berbagai isu, seperti akses solar, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang berbasis minyak jelantah, serta layanan desa dan bantuan sosial. Ia menegaskan pentingnya solar bagi nelayan dan menyatakan, "Solar adalah kebutuhan penting bagi nelayan. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan kuota dan ketersediaan solar sesuai dengan kebutuhan di lapangan."
Pemantauan Penyaluran Solar Subsidi
Untuk menanggapi masalah yang dihadapi nelayan, Gibran meminta Staf Khusus Wapres, Tina Talisa, untuk mengawasi penyaluran solar bersubsidi di Cilacap agar sesuai dengan kebutuhan nelayan dan mencegah penyalahgunaan kuota. Ia juga menyoroti kendala administrasi yang dihadapi nelayan dalam mendapatkan surat rekomendasi untuk pembelian solar bersubsidi.
Nelayan yang memiliki kapal di bawah 30 gross tonnage (GT) yang belum memiliki surat rekomendasi diminta untuk segera mengunjungi Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Gibran meminta agar data nelayan yang mengalami kendala dihimpun agar proses pengurusannya dapat segera ditindaklanjuti. "Pak Seswapres, tolong minta daftar nama nelayan yang belum dapat surat rekomendasi, kita teruskan ke BPH Migas dan KKP agar kepengurusan bisa segera diselesaikan," imbuhnya.
Respons Nelayan Terhadap Kebijakan
Dalam dialog tersebut, beberapa nelayan menyampaikan pendapat mereka mengenai ketersediaan solar. Agustin, salah satu nelayan, mengapresiasi kebijakan penyediaan solar khusus bagi kapal nelayan berukuran GT 31-200, yang dinilainya sangat membantu aktivitas melaut. Ia mengatakan, "Saya pertama-tama, saya sangat mengucapkan terima kasih atas kebijakan dari Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden terealisasi solar khusus nelayan untuk GT31-200. Ini belum pernah terjadi, ini betul-betul sungguh luar biasa."
Sementara itu, nelayan lain, Temu, mengungkapkan bahwa keterbatasan solar bersubsidi masih menjadi masalah bagi kapal berukuran 30 GT ke bawah. Ia berharap agar permasalahan ini segera ditangani agar nelayan dapat beraktivitas dengan lebih lancar. "Cilacap selalu kekurangan BBM subsidi solar untuk kapal 30 GT ke bawah, Pak. Saya mohon barangkali nanti Bapak Wakil Presiden, ini yang sangat ditunggu-tunggu sekali oleh rakyat yang ada di Kabupaten Cilacap," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Gibran menegaskan perlunya menelusuri kendala yang dihadapi nelayan agar solusi dapat segera ditemukan. Ia memastikan bahwa kehadirannya di Cilacap adalah kesempatan untuk mendengarkan langsung permasalahan masyarakat dan mendorong penyelesaian atas kendala yang ada. "Coba nanti kami cek ya, kekurangan syarat-syaratnya apa. Kami hadir di sini untuk menyelesaikan permasalahan nelayan yang ada di sini," kata Gibran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mendampingi Gibran dalam kunjungan tersebut, menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti dan memperkuat kolaborasi, terutama dengan pemerintah pusat. Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat mencakup kebutuhan bahan bakar minyak bagi nelayan dan pendangkalan jalur pelayaran.
Sumarno juga menjelaskan bahwa salah satu masalah yang muncul adalah meningkatnya kebutuhan BBM akibat banyaknya kapal dari luar daerah yang beroperasi di Cilacap. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng akan menindaklanjuti persoalan sesuai dengan kewenangannya dan membantu koordinasi dengan pemerintah pusat untuk isu-isu yang berada di luar kewenangan provinsi. "Intinya Mas Wapres menyampaikan bahwa kita harus banyak berkolaborasi," tutupnya.