Fakta Pendidikan

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Gabungkan Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi

Kementerian Sosial meluncurkan Sekolah Rakyat yang mengintegrasikan pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan program perbaikan rumah untuk mengatasi kemiskinan. Lebih dari 44 ribu siswa tel...

S
Stevani Nila Wardana
21 October 2026
24 pembaca
Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Memadukan Pendidikan dan Pemberdayaan
Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Memadukan Pendidikan dan Pemberdayaan

KABUPATEN BANDUNG - Kementerian Sosial telah mengimplementasikan program Sekolah Rakyat yang bertujuan menggabungkan pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga serta perbaikan rumah layak huni, sebagai upaya untuk memutus rantai kemiskinan. Hingga saat ini, lebih dari 44 ribu siswa telah mengikuti pendidikan di 182 lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Program Strategis untuk Anak Prasejahtera

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini tidak mendapatkan akses pendidikan yang memadai. “Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini adalah bagian dari program strategis Bapak Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka-mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” ungkap Gus Ipul.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul setelah mengadakan Dialog Siswa Sekolah Rakyat dan Pendamping Keluarga Harapan di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung pada hari Selasa, 20 Oktober. Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang belum pernah bersekolah atau yang telah putus sekolah. Proses penerimaan siswa tidak menggunakan tes akademik, melainkan melalui matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar siswa.

Fasilitas dan Teknologi untuk Pembelajaran

Beberapa siswa juga memerlukan rehabilitasi sebelum dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal. Dari 182 lokasi yang ada, sebanyak 93 di antaranya telah memiliki gedung permanen dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Fasilitas yang disediakan mencakup laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, serta pembelajaran yang berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).

Pemerintah juga telah menyiapkan papan tulis digital dan laptop untuk mendukung proses pembelajaran digital. Lebih dari 15 ribu laptop telah didistribusikan untuk mendukung pembelajaran tahun ajaran 2025, dan sekitar 30 ribu unit tambahan direncanakan untuk tahun 2026 yang saat ini masih dalam proses pengadaan. Laptop tersebut diperuntukkan khusus bagi kegiatan belajar di kelas. “Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native. Tetapi laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa keluar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” jelas Gus Ipul.

Dalam acara tersebut, siswa juga menampilkan berbagai bakat mereka. Dzaky Pratama berpidato dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini dalam bahasa Arab, dan Siti Nuraisyah dalam bahasa Mandarin, menyampaikan pesan tentang semangat meraih cita-cita melalui pendidikan di Sekolah Rakyat. Penampilan paduan suara yang mengenakan seragam dinas pesiar membawakan lagu tradisional Sunda berjudul Jang, yang dipadukan dengan lagu Ibu dan Ayah. Penampilan ini diiringi pembacaan puisi oleh Vania yang menggambarkan impian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk masa depan yang lebih baik, yang menyentuh hati para hadirin hingga beberapa di antaranya sampai berlinang air mata.

Rangkaian penampilan tersebut menunjukkan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi, bakat, dan kepercayaan diri yang diperoleh dari pembelajaran yang telah dilakukan. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki, perwakilan Kapolres Bandung Kompol Bony Yuniar, Dandim Bandung Letkol Kav. Samto Betah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah. Selain itu, hadir juga Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, dan berbagai pejabat lainnya yang mendukung program ini.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait