Fakta Nasional

Identifikasi DNA Mayat Pria di Pulau Enggano Terkait Jurnalis Hilang

Sebuah mayat pria ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, dan saat ini sedang dicocokkan DNA-nya dengan lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Anak Krakatau.

A
Agustinus Jaya Wiratama
14 September 2026
5 pembaca
Foto Ilustrasi (Thinkstock)
Foto Ilustrasi (Thinkstock)

Di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pihak kepolisian menemukan mayat seorang pria. Proses autopsi sedang dilakukan oleh Polda Bengkulu untuk mengidentifikasi jenazah tersebut. "Dapat kami sampaikan bahwa mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu dan hari ini sudah dilaksanakan autopsi," ungkap Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea di Pandeglang, pada Senin (14/9/2026).

Pencocokan DNA Sedang Berlangsung

Maruli menjelaskan bahwa saat ini jenazah tersebut sedang dicocokkan dengan DNA dari rombongan lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Anak Krakatau. Proses pencocokan ini masih berlangsung. "Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," tambahnya.

Deskripsi Mayat dan Temuan Lainnya

Mayat yang ditemukan memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun. "Hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu jenis kelamin mayat yang ditemukan di Pulau Enggano itu, berjenis kelamin laki-laki, tinggi lebih kurang 165 sentimeter, kemudian mohon maaf mukanya sedikit hancur, kemudian kulitnya biasa, kemudian umur diperkirakan di atas 50 tahun," jelas Maruli.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa berdasarkan identifikasi terhadap life jacket, galon, dan helm yang ditemukan oleh tim SAR, benda-benda tersebut dipastikan bukan berasal dari rombongan kapal yang ditumpangi lima jurnalis, dua ABK, dan seorang guide. "Dari hasil benda objek yang ditemukan ini, kami telah melakukan pendalaman sudah mengkonfrontir dengan pemilik kapal sudah melakukan pencocokan dipastikan bahwa objek yang ditemukan ini, tidak berkaitan dengan teman-teman dari kapal speedboat Arupadhatu," katanya.

Penemuan mayat tanpa identitas ini dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore. Pejabat Humas Basarnas Bengkulu, Mega Silva, mengonfirmasi laporan tersebut dan tim SAR segera menindaklanjuti informasi dari masyarakat. "Basarnas Bengkulu menerima informasi penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu sore," ujar Mega Silva.

Artikel Terkait