Fakta Pendidikan

Jamur Aneh di China Menyebabkan Halusinasi Melihat 'Peri'

Setiap tahun, rumah sakit di Provinsi Yunnan, China, merawat ratusan pasien yang mengalami halusinasi setelah mengonsumsi jamur tertentu. Jamur ini, yang dikenal sebagai Lanmaoa asiatica, memicu penga...

N
Naufal Akbar
20 August 2026
27 pembaca
Lanmaoa asiatica Foto: Qiang Meng dkk/Jurnal Food Science & Nutrition
Lanmaoa asiatica Foto: Qiang Meng dkk/Jurnal Food Science & Nutrition

Di Provinsi Yunnan, China, setiap tahunnya dokter di sebuah rumah sakit menghadapi ratusan pasien dengan keluhan serupa. Mereka biasanya datang antara bulan Juni hingga Agustus dengan gejala pusing dan disorientasi. Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk menilai fungsi hati dan ginjal umumnya tidak menunjukkan adanya kelainan yang signifikan. Namun, satu gejala menarik perhatian para dokter: para pasien melaporkan melihat sosok-sosok kecil yang menyerupai peri atau manusia mini di sekitar mereka.

Setelah diselidiki, diketahui bahwa pasien-pasien tersebut memiliki kebiasaan mengonsumsi jamur berwarna cokelat yang berubah menjadi biru saat dipotong, yaitu Lanmaoa asiatica. Jamur ini tidak hanya tumbuh di Yunnan, tetapi juga di Cordillera, Filipina. Masyarakat setempat sangat menyukai jamur ini karena cita rasanya yang khas. Saat musim jamur tiba dan pasokan melimpah, L. asiatica seringkali dimakan dalam keadaan mentah atau belum matang sempurna.

Fenomena Halusinasi dan Penelitian Terkait

Tak lama setelah mengonsumsi jamur tersebut, banyak orang mengalami gejala aneh yang sama, yaitu melihat sosok kecil di sekeliling mereka. Fenomena ini membuat masyarakat China menjuluki L. asiatica sebagai Xiao ren ren, yang berarti jamur "orang kecil". Pada tahun 1991, Guan Linchu dan Peizi Kuang dari Institute of Psychology, Chinese Academy Sciences, Beijing, melaporkan analisis terhadap 300 kasus individu yang mengalami halusinasi Lilliputian.

Dalam istilah psikiatri, halusinasi Lilliputian merujuk pada kondisi di mana seseorang melihat sosok manusia berukuran sangat kecil atau makhluk fantastis. Istilah ini diambil dari Lilliput, negeri fiktif yang dihuni manusia-manusia kecil dalam novel Gulliver's Travels. Semua pasien dalam penelitian tersebut melaporkan melihat manusia atau hewan kecil yang bergerak di sekitar mereka. "Mereka melihatnya di pakaian maupun di atas piring saat makan," tulis penelitian tersebut seperti dikutip dari BBC Science Focus. "Halusinasi itu bahkan disebut terasa semakin nyata ketika pasien memejamkan mata."

Penemuan dan Analisis Jamur

Meskipun kasus-kasus ini telah lama dikenal, identitas jamur penyebabnya baru berhasil diidentifikasi secara resmi pada tahun 2015. Para peneliti membeli sampel jamur dari pasar di Yunnan dan melakukan analisis DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. asiatica merupakan spesies yang sebelumnya belum dikenal secara ilmiah. Jamur ini ternyata lebih dekat kekerabatannya dengan jamur porcini (Boletus edulis) dibandingkan dengan spesies jamur psikoaktif yang telah dikenal.

Namun, hingga saat ini, peneliti masih belum menemukan senyawa psikoaktif yang bertanggung jawab atas munculnya halusinasi melihat 'peri' tersebut. Penelitian pada tikus juga telah dilakukan, di mana tikus yang diberikan ekstrak L. asiatica menjadi sangat aktif sebelum akhirnya mengalami kondisi seperti linglung. Tentu saja, tidak diketahui apakah tikus-tikus tersebut juga melihat manusia kecil.

Saat ini, L. asiatica bahkan disajikan di beberapa restoran di Yunnan. Jamur ini dikenal memiliki cita rasa umami, tetapi diperlukan cara khusus untuk mengolahnya agar aman dikonsumsi, salah satunya dengan memasaknya hingga benar-benar matang. Konsumsi alkohol bersamaan dengan hidangan tersebut juga dilarang. Beberapa restoran bahkan menyimpan sampel jamur untuk diperiksa jika terjadi masalah.

Efek yang ditimbulkan biasanya berlangsung antara satu hingga tiga hari, tetapi dalam beberapa kasus dapat bertahan hingga sekitar satu minggu. Colin Domnauer dari Natural History Museum of Utah, yang mempelajari jamur tersebut dan pernah mengonsumsinya di restoran, menceritakan pengalamannya kepada BBC Future saat menikmati hidangan mushroom hot pot. Saat itu, pelayan restoran memasang pengatur waktu selama 15 menit dan memperingatkan pelanggan, "Jangan dimakan sebelum waktunya berbunyi, atau kalian mungkin akan melihat orang-orang kecil."

Terdapat juga jamur lain yang menyebabkan halusinasi, yang dikenal sebagai magic mushroom, yang mengandung psilocybin dan psilocin. Menurut National Institute on Drug Abuse USA, psilocybin termasuk dalam kelompok obat psikedelik yang dapat mengubah persepsi seseorang tentang realitas, membuat mereka melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang tidak ada. Banyak orang mengonsumsi jamur ini dengan harapan mendapatkan pengalaman unik, menarik, atau bahkan untuk tujuan spiritual. Namun, zat ini juga dapat memengaruhi tubuh secara langsung, seperti meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang berpotensi berbahaya bagi penderita penyakit jantung. Meskipun tergolong obat yang dapat menyebabkan halusinasi, psilocybin tidak menyebabkan kecanduan.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait