Fakta Hukum

Jasad ABK Arupadhatu Ditemukan, Pelayat Mulai Berdatangan ke Rumah Duka

Jasad Surakman, seorang anak buah kapal Arupadhatu, telah ditemukan dan diidentifikasi, menarik perhatian pelayat yang datang ke rumah duka di Pandeglang.

P
Panca Akbar Saputra
23 September 2026
33 pembaca
Suasana rumah duka ABK kapal Arupadhatu (Aris/detikcom)
Suasana rumah duka ABK kapal Arupadhatu (Aris/detikcom)

Pandeglang - Jasad seorang anak buah kapal (ABK) bernama Surakman dari kapal Arupadhatu telah ditemukan dan teridentifikasi. Rumah duka yang terletak di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai ramai dikunjungi oleh pelayat.

Menurut pantauan di lokasi pada Rabu (23/9/2026), terlihat banyak kerabat dan warga sekitar yang datang melayat. Tenda juga telah didirikan di halaman rumah untuk menampung para pelayat. Surakman merupakan ABK dari kapal Arupadhatu 1 yang mengangkut lima jurnalis. Kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menuju lokasi untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 7 September.

Penemuan Jasad di Pulau Enggano

Pada tanggal 12 September, warga menemukan mayat di Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah itu, pihak kepolisian melakukan proses identifikasi terhadap mayat tersebut. Baru-baru ini, Polda Banten mengonfirmasi bahwa jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano adalah Surakman, seorang ABK berusia 50 tahun dari kapal Arupadhatu 1. Identitasnya terungkap setelah dilakukan pencocokan DNA dengan anaknya, Yayat Suryadi.

Konferensi Pers Polda Banten

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu (23/9), Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan, "Jenazah Mr X tadi teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah yang sebelah kanan, sebagai putra kandung dari Bapak Surakman, ABK kapal Arupadhatu 1, yang meliput erupsi Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026."

Berita ini menjadi perhatian publik, terutama bagi keluarga dan kerabat yang kehilangan anggota mereka dalam insiden tersebut, serta masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus hilangnya kapal Arupadhatu 1.

Artikel Terkait