Fakta Nasional

Jembatan Kemang Pratama di Bekasi Dibangun Kembali dengan Desain Tanpa Pilar untuk Cegah Sampah Nyangkut

Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi telah dibangun kembali dengan anggaran sekitar Rp60,4 miliar setelah sebelumnya terputus akibat banjir besar. Desain baru tanpa pilar di tengah sungai bertujuan...

F
Fidzu Ardaf
31 October 2026
3 pembaca
Jembatan Kemang Pratama Bekasi amblas. (IDN Times/Imam Faishal)
Jembatan Kemang Pratama Bekasi amblas. (IDN Times/Imam Faishal)

Jembatan Kemang Pratama yang terletak di Kota Bekasi kini telah selesai dibangun kembali dengan desain baru yang tidak menggunakan pilar di tengah sungai. Pembangunan ini dilakukan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan total anggaran sekitar Rp60,4 miliar, setelah jembatan sebelumnya putus akibat banjir besar pada Maret 2025.

Desain Baru untuk Mengurangi Risiko Banjir

Jembatan yang baru ini memiliki bentang sekitar 80 meter dan dirancang untuk menahan beban hingga 1 ton per meter persegi. Desain tanpa pilar di tengah sungai diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan sampah tersangkut yang dapat menghambat aliran air, terutama saat debit sungai meningkat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan konstruksi sebelumnya.

“Setelah kejadian itu, saya meminta kita semua duduk bersama untuk segera merencanakan perbaikannya. Alhamdulillah, jembatan ini sudah dibangun kembali, bahkan dengan desain yang baru,” ungkap AHY saat meresmikan jembatan tersebut di Bekasi.

Pentingnya Penanganan Lingkungan untuk Mencegah Banjir

AHY juga menekankan bahwa kondisi lingkungan di hulu sangat berpengaruh terhadap kejadian banjir di Bekasi. Ia menyebutkan bahwa kerusakan tata ruang, berkurangnya daerah resapan air, dan tumpukan sampah di sungai dapat berdampak signifikan pada masyarakat di wilayah hilir. “Apapun yang kita lakukan di daerah hilir sangat tergantung dari apa yang terjadi di wilayah hulu,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang. “Sungai-sungai kita harus dimuliakan, harus bersih dari sampah, dan harus kita jaga. Sungai seharusnya menjadi karunia yang membantu kita untuk terus hidup dan produktif,” jelasnya.

Staf Khusus Menko Infrastruktur, Sigit Raditya, yang juga merupakan warga Bekasi, menambahkan bahwa putusnya jembatan sebelumnya telah mengganggu mobilitas warga. Ia berharap dengan hadirnya kembali Jembatan Kemang Pratama yang lebih kokoh dan aman, masyarakat dapat lebih mudah mengakses kebutuhan sehari-hari, seperti pergi ke pasar, sekolah, dan tempat kerja. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar manfaat jembatan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Artikel Terkait