Fakta Ekonomi

KAI Catat Layanan 258,99 Juta Pelanggan dengan Pendapatan Rp18 Triliun di Semester I 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group melaporkan telah melayani lebih dari 258 juta pelanggan selama enam bulan pertama tahun 2026, dengan pendapatan mencapai Rp18 triliun.

A
Agustinus Jaya Wiratama
29 September 2026
38 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mencatatkan layanan kepada 258.993.359 pelanggan sepanjang Semester I 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,55 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis. Pada periode yang sama, pendapatan konsolidasi KAI mencapai sekitar Rp18 triliun.

Peningkatan Layanan dan Transformasi Bisnis

Bobby menekankan bahwa pertumbuhan ini membawa tanggung jawab yang semakin besar. "Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda," ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Senin (28/9/2026).

Selain itu, KAI juga berupaya mengembangkan sumber pendapatan di luar sektor angkutan dengan mengoptimalkan aset, mengembangkan kawasan, dan menciptakan sumber pendapatan baru. Pengembangan bisnis ini sejalan dengan pertumbuhan layanan angkutan penumpang dan barang.

Transformasi Menuju Layanan yang Lebih Baik

Bobby menjelaskan bahwa transformasi KAI dilakukan melalui peningkatan layanan kereta api, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata melalui The Nusantara Explorer, serta pemanfaatan aset untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. "Ke depan, setiap investasi dan transformasi harus semakin memperkuat KAI sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Inilah makna ‘Semakin Melayani’ yang kita wujudkan bersama," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka peringatan HUT ke-81 KAI yang diadakan melalui upacara di Kantor Pusat KAI, Bandung, pada Senin (28/9). Tahun ini, KAI mengusung tema "Semakin Melayani" sebagai arah transformasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.

Memasuki usia ke-81, KAI memiliki visi untuk menciptakan ekosistem layanan kereta api yang efisien dan berkelanjutan menuju operator kelas dunia. Visi ini diarahkan untuk mengembangkan layanan perkeretaapian yang efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain fokus pada layanan penumpang, KAI juga memperkuat peran angkutan kereta api dalam mendukung logistik nasional. Perusahaan menargetkan layanan transportasi dan logistik berbasis kereta api yang efisien, andal, dan terintegrasi untuk membantu menurunkan biaya logistik nasional.

Peringatan HUT ke-81 KAI juga ditandai dengan pemberian penghargaan rekor MURI kepada program EduTrain, yang melibatkan peserta terbanyak menggunakan Kereta Cepat Whoosh. EduTrain merupakan program perjalanan edukatif hasil kolaborasi KAI dan KCIC yang memperkenalkan transportasi modern kepada anak-anak panti asuhan melalui pengalaman menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

Program ini dilaksanakan dalam dua batch, yaitu pada rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT KAI ke-81. Dalam program tersebut, peserta mengikuti perjalanan edukatif, sesi interaktif mengenai KAI dan transportasi publik, kelas inspiratif, pengenalan teknologi dan layanan Whoosh, serta berbagai permainan edukatif. "Kami berharap pengalaman perjalanan ini membuka wawasan anak-anak mengenai perkembangan transportasi Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berani meraih cita-cita," ungkap Bobby.

KAI saat ini merupakan bagian dari sejarah panjang perkeretaapian Indonesia yang telah berlangsung selama 159 tahun. Jalur kereta api pertama Semarang–Tanggung mulai dibangun pada 17 Juni 1864, dan sejak saat itu, kereta api menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Di sisi lain, tanggal 28 September 1945 menjadi tonggak penting ketika para pekerja kereta api Indonesia mengambil alih penguasaan perkeretaapian dari penjajah. Peristiwa ini kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api.

"Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Insan KAI Group dan keluarga atas kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang telah diberikan. Mari kita jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutup Bobby.

Artikel Terkait