Fakta Pendidikan

Kapan Musim Hujan 2026/2027 Dimulai? Simak Prediksi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prediksi awal musim hujan untuk periode 2026/2027, yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño dan IOD positif.

D
Dila Rakasiwi
20 October 2026
22 pembaca
Ilustrasi hujan. Prediksi awal musim hujan 2026/2027 resmi BMKG. Foto: Pan Xiaozhen/Unsplash
Ilustrasi hujan. Prediksi awal musim hujan 2026/2027 resmi BMKG. Foto: Pan Xiaozhen/Unsplash

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi awal musim hujan untuk periode 2026/2027. Musim hujan tahun ini diperkirakan akan datang lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya, disebabkan oleh fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

BMKG menyatakan, "Gara-gara El Niño dan IOD positif, sebagian besar wilayah Indonesia baru akan mulai turun hujan pada bulan November-Desember nanti," dalam pengumuman resmi mereka pada Selasa (20/10/2026). Penundaan ini juga akan memengaruhi puncak musim hujan yang diramalkan terjadi antara Desember 2026 hingga Februari 2027. Namun, waktu kedatangan hujan ini dapat bervariasi di setiap daerah di Indonesia.

Jadwal Awal Musim Hujan di Berbagai Wilayah

BMKG telah mengidentifikasi jadwal awal musim hujan untuk 2026/2027 sebagai berikut:

  • Oktober (63 ZOM/7,6% Wilayah): Sebagian Sumatera, Sebagian Jawa Barat, Sebagian Kalimantan, Sebagian Sulawesi Barat, Sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sebagian Maluku Utara, Sebagian Papua Barat Daya, Sebagian Papua Barat, Sebagian Papua, Sebagian Papua Pegunungan, Papua Tengah bagian timur.
  • November (185 ZOM/24,66% Wilayah): Sebagian Sumatera, Sebagian Jawa, Sebagian Kalimantan, Sebagian Bali, Sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), Sebagian Sulawesi, Sebagian Maluku Utara, Sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, Sebagian Papua Selatan.
  • Desember (266 ZOM/17,31% Wilayah): Sebagian Lampung, Sebagian besar Jawa, Sebagian besar Kalimantan Selatan, Sebagian besar Bali, Sebagian besar Nusa Tenggara Barat (NTB), Sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT), Sebagian besar Sulawesi, Sebagian Maluku Utara, Sebagian Maluku, Papua Selatan bagian selatan.

Curah Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem

Lebih lanjut, BMKG menginformasikan bahwa fenomena El Niño dan IOD positif menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kondisi kering. Meski demikian, dinamika atmosfer lokal dan regional masih dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang.

Pada periode Dasarian III Oktober (21-31 Oktober) hingga Dasarian II November (11-20 November), curah hujan diperkirakan berkisar antara 0-150 mm/dasarian, yang menunjukkan kecenderungan rendah hingga menengah. Beberapa daerah yang diperkirakan akan mengalami kondisi kering adalah: Sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.

BMKG juga telah merilis prediksi curah hujan untuk periode 20-26 Oktober 2026. Berikut adalah rincian prediksi tersebut:

  • Periode 20-22 Oktober 2026:
    • Waspada (Hujan Sedang-Lebat): Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
    • Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat): Aceh, Sumatera Utara, Angin Kencang: Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua, Papua Selatan.
  • Periode 23-26 Oktober 2026:
    • Waspada (Hujan Sedang-Lebat): Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Selatan.
    • Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat): Aceh, Papua Pegunungan. Angin Kencang: Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan.

Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi musim hujan yang akan datang.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait