Jakarta - Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), memberikan klarifikasi mengenai pernyataan yang menyebutkan bahwa guru diminta untuk mencicipi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa guru seharusnya makan bersama siswa di dalam kelas.
"Jadi yang dimaksud guru itu ikut mencicipi sebetulnya bukan guru ikut mencicipi tapi guru ikut makan MBG-nya. Itu bersama dengan siswa-siswinya yang ada di kelas. Maka sebelum dimakan kan tentu saja ya dicek begitu apakah bau, apakah ada kemungkinan basi, apakah omprengnya ada labelnya, apakah waktunya sudah melewati batas, batas waktunya, dan sebagainya," ujar Sudaryono.
Proses Pengecekan Makanan MBG
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah webinar tentang Literasi Gizi bagi Kepala Sekolah yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) dan diakses pada Rabu (16/9/2026). Sudaryono menambahkan, jika makanan dirasa tidak aman, guru diminta untuk menghentikan konsumsi makanan tersebut.
"Manakala dirasa tidak aman, maka guru kemudian kami minta untuk di-stop, jadi nggak boleh dimakan," tambahnya.
Makanan MBG Sudah Diperiksa Sebelumnya
Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan bahwa makanan MBG telah melalui proses pengecekan oleh chef, asisten lapangan (aslap), dan ahli gizi sebelum dikemas. Setibanya di sekolah, penanggung jawab atau person in charge (PIC) MBG juga melakukan pengecekan dengan memakan makanan tersebut sebelum dibagikan ke kelas-kelas.
"Sudah saya sampaikan juga di pertemuan-pertemuan dengan guru, webinar dengan guru yang lain juga, saya sampaikan bahwa 'Oh guru itu tugasnya icip-icip biar nggak keracunan', bukan itu, bukan. Jadi saya sampaikan bahwa makanan yang tersaji sampai dengan sekolah itu sudah, satu, sudah dimakan oleh chef-nya ada saat makanannya masak," jelasnya.
"Sudah dimakan ahli gizi pada sebelum dikemasi. Sudah dimakan oleh aslapnya pada saat dikemasi dan sudah dimakan oleh PIC sekolah sebelum dibagikan ke kelas-kelas," tutup Sudaryono.