Fakta Nasional

Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan Harga Minyak Global

Harga minyak dunia mengalami penurunan setelah kesepakatan damai antara AS dan Iran diumumkan, dengan harapan jalur pelayaran Selat Hormuz akan dibuka kembali.

A
Amara Rukmana
15 June 2026
2 pembaca
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan Harga Minyak Global
Foto: NURPHOTO VIA GETTY IMAGES

Harga minyak global mengalami penurunan setelah Pakistan, sebagai mediator, mengumumkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini akan memungkinkan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali beroperasi. Pada hari Senin (15/06), minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun sebesar 4,3% menjadi US$83,55 per barel, sementara minyak yang diperdagangkan di AS mengalami penurunan 4,9% menjadi US$80,74.

Rincian Kesepakatan Damai

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menginformasikan bahwa upacara penandatanganan resmi kesepakatan damai tersebut akan dilaksanakan di Swiss pada hari Jumat, 19 Juni. Dalam sebuah percakapan di stasiun televisi pemerintah, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan AS telah selesai. Di sisi lain, Trump menyampaikan melalui media sosial, "biarkan minyak mengalir!"

Sejak dimulainya konflik, Selat Hormuz ditutup setelah serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran sebelumnya telah mengancam untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran tersebut, yang merupakan rute penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Dampak pada Pasar Energi Global

Pasar energi global telah mengalami fluktuasi yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak yang sebelumnya berkisar sekitar US$70 per barel sebelum konflik, sempat melonjak hingga mencapai US$120 saat perang berlangsung. Vandana Hari dari Vanda Insights menyatakan bahwa kurangnya detail mengenai kesepakatan yang dicapai dapat menyebabkan ketidakpastian di pasar, yang berpotensi menghadirkan volatilitas selama seminggu sebelum penandatanganan kesepakatan di Swiss.

Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates menambahkan bahwa pemulihan pasokan minyak melalui Selat Hormuz tidak akan terjadi dengan cepat. Diperlukan waktu untuk membersihkan ranjau laut dari jalur tersebut, yang bisa memakan waktu antara beberapa pekan hingga enam bulan. Selain itu, ada penumpukan kapal tanker yang menunggu untuk melintasi jalur tersebut, serta perlu mengembalikan produksi minyak ke tingkat normal.

Trump berharap bahwa pasokan minyak akan kembali normal setelah penandatanganan kesepakatan pada hari Jumat mendatang. Laksamana Mark Montgomery, mantan laksamana muda Angkatan Laut AS, mengungkapkan bahwa proses pemulihan tidak akan instan, dan mungkin memerlukan waktu satu bulan hingga 45 hari untuk mencapai pemompaan yang stabil.

Di sisi lain, pasar saham Asia menunjukkan kenaikan pada hari Senin (15/06) sebagai respons positif terhadap kesepakatan tersebut. Indeks saham Nikkei 225 di Jepang meningkat 4,7%, sementara Kospi di Korea Selatan melonjak lebih dari 5,2%. Kenaikan harga energi telah memberikan dampak signifikan bagi kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, yang sangat bergantung pada pasokan minyak dan LNG dari Timur Tengah.

Artikel Terkait