Fakta Ekonomi

Kembali Bergairah, IHSG Naik 5 Persen Didorong Sentimen Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan sebesar 5,03 persen pada sesi perdagangan pertama, Senin (15/6/2026), seiring dengan membaiknya sentimen risiko investor setelah berita kesepakata...

U
Ulam Kirana
15 June 2026
3 pembaca
Kembali Bergairah, IHSG Naik 5 Persen Didorong Sentimen Positif
Foto: Republika/Thoudy Badai

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 5,03 persen pada sesi perdagangan pertama di hari Senin, 15 Juni 2026, berkat meningkatnya sentimen risiko di kalangan investor setelah munculnya kabar mengenai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG ditutup dengan penguatan 302,08 poin, mencapai level 6.309,73.

Pendorong Utama Kenaikan IHSG

Arjun Ajnawi, seorang analis riset dari Infovesta Kapital Advisori, menyatakan bahwa penguatan IHSG sejalan dengan tren positif yang terjadi di bursa saham global, di mana investor merespons dengan baik perkembangan geopolitik di Timur Tengah. "Alasannya kembali ke situ, sentimen risikonya membaik karena dari sisi geopolitik global ada berita positif," ungkap Arjun saat dihubungi di Jakarta.

Menurutnya, pengumuman mengenai gencatan senjata dan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor pendorong utama yang meningkatkan optimisme di pasar. "Dari global ada sentimen positif melalui pengumuman gencatan dan pembukaan Selat Hormuz. Pasar Asia semua reli," tambahnya.

Reaksi Investor Terhadap Kesepakatan Damai

Arjun menjelaskan bahwa perbaikan situasi geopolitik telah mendorong investor untuk kembali mengalihkan dana mereka ke aset berisiko, termasuk pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia. "Alasannya pasar naik karena perkembangan AS-Iran ini. Investor masuk ke saham karena prospek pasar membaik," jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengungkapkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai. Pakistan saat ini sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai yang akan diikuti dengan pembicaraan teknis. Penandatanganan resmi perjanjian damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss. Kesepakatan ini mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, serta pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang saat ini dibekukan, di samping komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi berlangsung.

Artikel Terkait