Fakta Pendidikan

Keuntungan Menjadi Guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri: Gaji Menarik dan Pengalaman Internasional

Rekrutmen calon guru untuk Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) masih berlangsung, menawarkan berbagai keuntungan seperti gaji tinggi dan kesempatan berkeliling dunia.

W
Wira Yudha
21 September 2026
38 pembaca
Ilustrasi guru SILN. Foto: Gemini AI
Ilustrasi guru SILN. Foto: Gemini AI

Proses rekrutmen calon guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) saat ini sedang berlangsung. Guru yang terpilih akan ditempatkan di berbagai SILN yang tersebar di sejumlah negara di Eropa dan Asia. Saat ini, terdapat 13 sekolah SILN yang beroperasi di 9 negara serta 12 perwakilan Republik Indonesia (KBRI) di seluruh dunia, termasuk di Malaysia, Thailand, Jepang, Arab Saudi, Mesir, dan Belanda.

Keuntungan Menjadi Guru SILN

Walaupun harus merantau dan jauh dari keluarga, menjadi guru di SILN menawarkan sejumlah keuntungan. Menurut Kepala Bagian Kerja Sama dan Fasilitasi Internasional Biro Perencanaan dan Kerja Sama Setjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Lukmanul Hakim, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh para guru yang bergabung.

Pengalaman Internasional dan Jejaring Global

Menjadi guru di SILN memberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman mengajar dengan standar multikultural. Selain itu, guru juga akan memperluas jejaring profesional mereka. "Jadi, jejaringnya akan lebih luas, guru-gurunya lebih luas, pengalamannya akan lebih luas dan temannya akan lebih banyak. Dengan demikian, kesempatannya juga akan jauh lebih beragam," ungkap Lukmanul dalam sebuah webinar yang disiarkan di YouTube Ditjen GTK Kemendikdasmen.

Kesempatan Berkeliling Dunia

Bagi guru yang ditugaskan di Eropa, seperti di Belanda, izin tinggal yang diberikan memungkinkan mereka untuk menjelajahi negara-negara di Eropa Barat. Begitu pula bagi guru yang ditempatkan di Asia. "Belanda itu izin tinggalnya bisa dipakai Bapak-Ibu semua untuk keliling Eropa Barat. Kalau di Asia bisa keliling ASEAN, setidaknya atau ke Yangon atau ke daerah-daerah yang belum pernah kita lihat dan kita bayangkan," jelasnya.

Gaji yang Menarik

Lukmanul juga menjelaskan mengenai honorarium yang diterima oleh guru SILN, yang cukup tinggi. Gaji dapat mencapai Rp 71 juta lebih per bulan. Honor tertinggi untuk SILN, seperti di Tokyo, Jepang, bisa berkisar antara 3.000 hingga 3.400 dolar Amerika Serikat per bulan. Dengan estimasi kurs Rp 18.000 per dolar, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 54 juta hingga lebih dari Rp 71 juta per bulan.

Tunjangan Profesi dan Hak Cuti

Bagi guru yang berstatus PNS dan sudah memiliki tunjangan profesi, hak tersebut akan tetap diperoleh. Selain itu, guru SILN juga tetap memiliki hak-hak lain seperti cuti dan libur. "Nah, terus tunjangan profesi guru. Bapak Ibu yang sudah punya tunjangan profesi, itu akan tetap didapatkan. Gaji juga tetap akan diberikan dari pemerintah daerahnya jika memang PNS," tambahnya.

Fasilitas dan Pengembangan Karier

Selain gaji, guru SILN juga berhak atas fasilitas lain seperti tiket keberangkatan dan kepulangan. Mereka juga akan mendapatkan pengembangan profesional. "Biaya gaji, biaya tiket untuk keberangkatan dan kepulangan dari rumah ke negara tujuan dan nanti ketika pulang dari negara tujuan ke rumah. Akan ada pengembangan profesional juga yang akan diberikan kepada Bapak-Ibu," tuturnya.

Perwakilan Pendidikan Indonesia

Karena guru SILN merupakan perwakilan resmi dari pemerintah Indonesia, keberadaan mereka di negara tujuan juga berfungsi sebagai duta pendidikan. "Jelas karena Bapak Ibu adalah wakil dari negara, satu menjaga nama baik Indonesia, melaksanakan tugas profesional sebagai guru, dan memperlihatkan bahwa memang guru-guru Indonesia juga tidak kalah keren dengan guru negara-negara luar, mematuhi ketentuan penugasan, mendukung program sekolah, dan menghormati budaya setempat," jelas Lukmanul.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait