Fakta Pendidikan

Kisah Inspiratif Hakim, Wisudawan Berpenampilan Badut yang Viral di Media Sosial

Video wisuda Muhammad Hakim dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung menjadi viral setelah ia merayakan kelulusannya dengan riasan badut. Cerita di balik penampilannya mencerminkan per...

A
Amara Rukmana
18 September 2026
42 pembaca
Hakim Badut resmi wisuda dari UIN SGD Bandung. Foto: UIN SGD Bandung
Hakim Badut resmi wisuda dari UIN SGD Bandung. Foto: UIN SGD Bandung

Jakarta - Baru-baru ini, media sosial dipenuhi dengan video wisuda seorang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung. Dalam video tersebut, wisudawan bernama Muhammad Hakim tampak berkeliling dengan riasan wajah ala badut, didampingi oleh rekan-rekan badutnya. Hakim, yang merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), berhasil diwisuda pada Sabtu (12/9/2026) lalu.

Setelah prosesi wisuda, Hakim tampil mengenakan toga lengkap dengan riasan badut, menarik perhatian banyak warganet. Ia merayakan momen tersebut bersama teman-teman seprofesi, yang juga berperan sebagai badut.

Pekerjaan Sebagai Badut Setelah Kehilangan Ayah

Riasan badut yang dikenakan Hakim melambangkan kerja kerasnya yang membuahkan hasil dalam meraih gelar sarjana. Perjalanan pendidikannya tidaklah mudah. Ia mulai berprofesi sebagai badut ulang tahun sejak semester tiga, setelah kehilangan ayahnya yang meninggal dunia. Dengan kemampuan menghibur anak-anak, Hakim mengambil pekerjaan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

"Jadi intinya perjalanan saya mulai profesi badut ini di semester tiga atau ketika ayah meninggal. Jadi ketika ayah Hakim meninggal, Hakim mulai menggeluti dunia badut karena buat cari-cari tambahan untuk kehidupan," tuturnya.

Menjalani Profesi Tanpa Rasa Malu

Hakim mengungkapkan bahwa selama menjalani profesi badut, ia tidak pernah merasa dipandang rendah oleh orang lain. Sebaliknya, ia mendapatkan dukungan yang besar dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa selama masa kuliah.

"Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada yang meremehkan. Bahkan banyak sekali teman-teman juga mengapresiasi dengan adanya Kak Hakim menjadi seorang badut ulang tahun. Bahkan teman-teman juga di beberapa himpunan mahasiswa (HMJ) berkolaborasi ketika ada acara santunan atau acara sosial," ujarnya.

Pesan Inspiratif Melalui Riasan Badut

Hakim mengaku bahwa ia sengaja mengenakan kostum badut sebagai ungkapan rasa syukur dan untuk berbagi kebahagiaan dengan teman-teman seperjuangannya. Setelah prosesi wisuda, ia berkeliling bersama rekan-rekannya sambil membagikan snack dan kartu ucapan selamat kepada orang lain. Melalui aksinya, Hakim ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan dan cita-cita dapat dicapai meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.

"Intinya ingin menyampaikan bahwa tidak ada kata terlambat, tidak ada kata mustahil. Siapa yang berjuang, siapa yang ada kemauan, pasti bisa," tegasnya.

Setelah berhasil meraih gelar sarjana, Hakim berencana untuk mencoba mengikuti seleksi CPNS. Namun, ia menegaskan bahwa profesi badut yang telah dijalaninya akan tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.

"Menjadi badut bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan salah satu bagian dari perjuangan hingga berhasil meraih gelar sarjana," kata Hakim.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait