Fakta Pendidikan

Kisah Inspiratif Mendikdasmen yang Mengubah Hidup Mahasiswa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mendorong para guru untuk menjadi sosok inspiratif bagi siswa. Ia berbagi pengalaman saat menjadi dosen yang berhasil memotivasi mahasiswanya untuk...

D
Dila Rakasiwi
27 September 2026
33 pembaca
Foto: Devita Savitri/detikcom
Foto: Devita Savitri/detikcom

Jakarta - Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengajak para pendidik untuk berperan sebagai inspirator bagi murid-murid mereka. Menurutnya, proses pendidikan seharusnya menjadi sarana untuk menginspirasi. "Ini sudah jadi teori saya 'teaching is inspiring'. Menginspirasi itu tidak harus menggurui," ungkap Mu'ti dalam acara Wardah Inspiring Educators 2026 yang berlangsung di Jakarta Concert Hall, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/9/2026).

Momen Berharga Sebagai Dosen

Salah satu cerita inspiratif yang disampaikan Mu'ti berkaitan dengan pengalamannya saat menjadi dosen. Ia mulai mengajar pada tahun 1993 dan terus melakukannya hingga saat ini. Pada tahun 2017, Mu'ti diundang ke Flinders University, Australia, untuk menerima penghargaan Outstanding Alumni. Namun, ia menekankan bahwa kisah ini bukan tentang penghargaan yang diterimanya, melainkan tentang pertemuannya dengan seorang mantan mahasiswanya.

"Ketika saya berhenti pidato, tiba-tiba dia datang. Masih dengan baju toga yang lengkap, dia tiba-tiba menarik tangan saya, mencium tangan saya, dan memeluk saya. Saya tanya, Anda siapa?" cerita Mu'ti. Ternyata, mantan mahasiswa tersebut berasal dari desa kecil di Pemalang, Jawa Tengah, dan merupakan salah satu mahasiswanya di IAIN Walisongo, Semarang.

Perubahan Tujuan Hidup

Mahasiswa tersebut memiliki keinginan untuk melanjutkan studi di program Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip). Namun, ia tidak berhasil pada tahun pertama dan memilih untuk menunggu sambil kuliah di IAIN Walisongo. "Untuk transit, sambil dia mendaftar lagi di Undip. Tahun berikutnya, gak diterima lagi. Masuklah dia di kelas saya," jelas Mu'ti.

Mu'ti mengakui bahwa saat itu ia bukanlah dosen yang sering hadir di kelas. Namun, ketika ia memiliki kesempatan untuk mengajar, ia berbagi pengalaman tentang seminar, pertemuannya dengan tokoh-tokoh hebat, hingga cerita tentang lulus dari perguruan tinggi luar negeri. Hal ini membuat mahasiswa tersebut merasa termotivasi dan bertekad untuk mengikuti jejaknya. "Oke saya bisa. Saya tidak ingin ke Undip, saya istiqomah kuliah di IAIN dan saya ingin kuliah di kampus di mana Pak Mu'ti kuliah dan dia berhasil," ungkap Mu'ti.

Mendengar kisah tersebut, Mu'ti merasa terkejut bahwa cerita yang ia sampaikan di kelas dapat memberikan inspirasi. Latar belakang yang sama membuat mahasiswa tersebut memiliki tekad yang kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik. "Karena itu saya ingin mengatakan 'teaching is inspiring'," kenangnya.

Melalui pengalaman ini, Mu'ti kembali menekankan pentingnya peran guru sebagai figur yang inspiratif. Ia percaya bahwa seorang guru tidak perlu selalu menggurui, melainkan dapat menunjukkan contoh dari orang lain yang mampu membawa perubahan. "Pemikiran itu yang menurut saya penting. Karena guru itu kan digugu dan ditiru, itu sebenarnya makna lain dari menjadi guru itu adalah harus menjadi seorang yang inspiratif," pesannya.

Sebagai langkah untuk mendukung guru agar dapat menjadi inspirator, Mu'ti mengajak para pendidik untuk mengikuti program Wardah Inspiring Teachers dan Inspiring Lecturer Program 2026 yang diselenggarakan oleh Paragon Corp. Ia menilai program ini sangat bermanfaat bagi para pendidik, baik guru maupun dosen, dan berharap dapat terus ditingkatkan serta bersinergi dengan Kemendikdasmen.

Wardah Inspiring Teachers 2026 diikuti oleh 25.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan, sementara Inspiring Lecturer Program 2026 melibatkan 5.960 dosen dari lebih dari 1.600 universitas dan institusi.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait