Jakarta - Perjalanan pendidikan Hernanda Puspita dan Herninda Puspita terasa istimewa berkat ikatan sebagai saudara kembar. Sejak kecil, mereka selalu bersekolah di tempat yang sama, dan kini, mereka melanjutkan kebersamaan itu di bangku kuliah. Nanda dan Ninda, demikian sapaan akrab mereka, adalah mahasiswa baru Program Studi Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
"Menurut saya, perjalanan ini menjadi sesuatu yang istimewa, karena sejak kecil kami tumbuh bersama, belajar bersama, dan saling menemani dalam mengejar cita-cita," ungkap Nanda.
Kebersamaan Sejak Dini
Kedua saudara kembar ini telah menjalani pendidikan bersama sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Menariknya, meskipun Nanda lahir lebih dulu, ia justru dipanggil "adik," sementara Ninda yang lahir beberapa menit kemudian dipanggil "mbak." Sebutan ini mengikuti tradisi dan kepercayaan adat Jawa yang dianut oleh keluarga mereka.
Impian Menjadi Dokter
Sejak kecil, Nanda dan Ninda sudah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia medis. Dukungan dari orang tua mereka juga berperan penting dalam membangun keinginan untuk menempuh pendidikan dokter. Mereka memilih Fakultas Kedokteran UAD karena tertarik dengan keunggulan yang ditawarkan, terutama integrasi antara pendidikan kedokteran, kebencanaan, dan nilai-nilai keislaman.
"Alasan utama saya memilih Fakultas Kedokteran di Universitas Ahmad Dahlan adalah karena institusi ini menawarkan keunggulan spesifik di bidang kedokteran kebencanaan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman," jelas Ninda. Menurutnya, perpaduan ini diharapkan dapat membentuk dokter yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga siap menghadapi situasi darurat dan memiliki karakter yang kuat.
"Hal ini menjadikan lulusannya tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga siap terjun dalam situasi darurat dan memiliki karakter akhlak yang kuat," tambahnya. Nanda dan Ninda berharap dapat menjadi tenaga medis yang amanah dan kompeten serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Keputusan untuk kuliah di program studi yang sama juga disambut baik oleh keluarga dan teman-teman mereka. Kehadiran kembar di ruang kuliah diyakini dapat membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pengalaman Menarik di P2K
Kemiripan wajah Nanda dan Ninda menjadi cerita tersendiri saat mengikuti Program Pengenalan Kampus (P2K) di UAD. Mereka sering mendengar pertanyaan seperti "Kalian kembar, ya?" dan "Apa bedanya kalian?" dari teman baru dan panitia P2K.
Sering kali, orang-orang di sekitar mereka salah memanggil. Salah satu momen lucu terjadi ketika mereka berada di Masjid Islamic Center (IC) UAD, di mana seorang panitia P2K menarik Ninda dengan mengira ia adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular.
"Waktu itu, seorang kakak pendamping memanggil dan menarik saya karena mengira saya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular. Saya sempat bingung karena merasa bukan berasal dari kelompok tersebut," kenang Ninda. Setelah menjelaskan kesalahpahaman tersebut, mereka pun tertawa bersama.
Bagi Nanda dan Ninda, menjadi saudara kembar sekaligus teman dalam pendidikan memberikan pengalaman yang unik. Setelah bertahun-tahun bersekolah bersama, kini mereka memulai babak baru sebagai mahasiswa kedokteran dengan cita-cita yang sama, yaitu berkontribusi di bidang kesehatan.