Fakta Pendidikan

Memahami Skor TKA SMA: Apakah Soal Menjadi Lebih Sulit dengan Rentang 200-800?

Skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA kini berada dalam rentang 200 hingga 800, menimbulkan pertanyaan apakah soal yang diujikan juga lebih sulit.

D
Dila Rakasiwi
14 October 2026
10 pembaca
TKA SMA hingga SLB di seluruh Indonesia. Foto: (Dokumentasi Kemendikdasmen)
TKA SMA hingga SLB di seluruh Indonesia. Foto: (Dokumentasi Kemendikdasmen)

Jakarta - Skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat SMA/sederajat telah mengalami perubahan dari rentang sebelumnya 0-100 menjadi 200-800. Pertanyaan yang muncul adalah apakah perubahan ini berarti soal yang diujikan menjadi lebih sulit.

Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) RI Nomor 56 Tahun 2026 mengenai Pedoman Penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional, hasil TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dalam rentang nilai 200 hingga 800 dengan pembulatan dua angka di belakang koma.

Apakah Soal TKA SMA Akan Lebih Sulit?

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen menegaskan bahwa skor baru hasil TKA harus dibaca bersama dengan penjelasan capaian yang menyertainya. Skor yang baru, yaitu 200-800, bukanlah persentase dari jawaban yang benar. "Perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit. Kesulitan ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skala menentukan bagaimana hasil dilaporkan," tulis BKPDM Kemendikdasmen melalui akun resmi mereka.

Cara Penilaian Jawaban TKA

Penilaian TKA menerapkan metode yang dikenal sebagai Item Response Theory Two-parameter Logistic Model (IRT 2PL). Dengan pendekatan ini, setiap butir soal dinilai berdasarkan bobot tantangan, sehingga tidak ada peserta yang dirugikan akibat variasi dalam paket soal. Metode IRT 2PL mempertimbangkan dua parameter utama pada tiap butir soal, yaitu:

  • Tingkat kesulitan: Mengukur seberapa menantang butir soal untuk dijawab dengan benar.
  • Daya pembeda: Mengukur seberapa efektif soal dalam membedakan siswa yang benar-benar kompeten dari yang belum menguasai materi.

Dengan menggunakan metode IRT, meskipun dua siswa menjawab jumlah soal yang benar dengan angka yang sama, skor mereka dapat berbeda. Siswa yang mengerjakan soal-soal yang lebih sulit akan diperkirakan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengerjakan soal-soal yang lebih dasar.

Setiap butir soal memiliki bobot tantangan tersendiri, dan metode ini juga memperhitungkan karakteristik dari setiap butir soal. Hasil TKA yang diperoleh akan lebih mencerminkan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah secara individual. Hasil TKA kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori: Baik, Memadai, dan Kurang. Selain itu, terdapat juga predikat Istimewa, di mana siswa SMA/sederajat yang ingin mendapatkan predikat ini harus mencapai nilai 725,00 untuk setiap mata uji.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait