Fakta Pendidikan

Mengapa Kembali dari Pantai Membuat Tubuh Terasa Lelah? Ini Penjelasannya

Berkegiatan di pantai sering kali memberikan rasa relaksasi, namun banyak orang merasa lelah setelahnya. Apa yang menjadi penyebabnya?

W
Wira Yudha
17 October 2026
12 pembaca
Foto: Getty Images/pixdeluxe/Ilustrasi berwisata ke pantai.
Foto: Getty Images/pixdeluxe/Ilustrasi berwisata ke pantai.

Berlokasi di pantai sambil merasakan hembusan angin dan suara ombak dapat memberikan ketenangan. Namun, setelah meninggalkan pantai, tubuh sering kali merasa lelah. Apa yang menyebabkan hal ini?

Penyebab rasa lelah ini berkaitan dengan sistem tubuh, kebiasaan manusia, serta paparan sinar matahari yang intens di pantai. Meskipun kita bisa menikmati suasana pantai meski dalam cuaca panas, tubuh kita sebenarnya bekerja keras untuk mempertahankan suhu internal.

Kondisi Tubuh Selama di Pantai

Saat memilih untuk beraktivitas di pantai, tubuh perlu menjaga suhu tetap stabil pada angka 37°C atau 98,6°F. Ketika terpapar panas, konsumsi oksigen cenderung meningkat untuk menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal. Salah satu cara tubuh mendinginkan diri adalah dengan meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit. Jika suhu udara lebih dingin daripada suhu tubuh, darah akan melepaskan panasnya ke lingkungan sekitar.

Namun, peningkatan aliran darah ini mengharuskan jantung untuk bekerja lebih keras, memompa darah ke bagian tubuh yang lebih jauh dari pusat. "Jika seseorang memiliki detak jantung istirahat 60 denyut per menit, sangat mungkin detak jantung mereka dapat meningkat hingga 100 atau 110 denyut per menit dalam kondisi panas," jelas seorang ahli fisiologi.

Selain itu, semakin banyak keringat yang dihasilkan, semakin banyak cairan yang hilang dari tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hidrasi dengan menyediakan minuman isotonik atau air mineral. "Hidrasi sangat penting. Saat kita mengalami dehidrasi, kita akan merasakan gejala yang mirip dengan kelelahan akibat panas. Anda akan mulai merasa lelah," tambahnya.

Di samping itu, saat berada di pantai, kita cenderung melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti berjalan, bermain kejar-kejaran, atau bermain pasir, yang semuanya dapat menyebabkan kelelahan di akhir hari.

Dampak Sinar Matahari pada Tubuh

Ahli fisiologi tersebut juga menjelaskan bahwa sinar UV dari matahari dapat merusak sel-sel kulit, yang memicu respon peradangan sebagai upaya perbaikan. Proses ini memerlukan energi yang cukup besar. Dalam kondisi yang lebih serius, paparan sinar matahari dapat menimbulkan gejala seperti kelelahan, sakit kepala, mual, dan demam.

Penggunaan tabir surya bukanlah solusi yang sepenuhnya efektif untuk melindungi dari sinar UV. Meskipun telah diaplikasikan secara merata, sinar UV tetap dapat merusak sel-sel kulit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dapat meningkatkan kelelahan mental selama aktivitas rekreasi. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pekerja di dalam ruangan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan pekerja di luar ruangan dengan suhu yang tinggi atau tidak stabil.

Oleh karena itu, saat berkunjung ke pantai, penting untuk mempersiapkan tubuh dengan menjaga asupan makanan dan minuman serta menggunakan tabir surya dengan tepat saat berada di bawah sinar matahari yang terik.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait