Fakta Pendidikan

Menghadapi Tantangan Pendidikan Remaja di Era Digital

Pendidikan remaja di era digital memerlukan pendekatan yang berbeda, menurut pakar psikologi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Orang tua diharapkan dapat menyesuaikan metode pengasuhan agar se...

P
Panca Akbar Saputra
18 October 2026
12 pembaca
Foto: iStock/Ilustrasi orang tua mendidik anak remajanya.
Foto: iStock/Ilustrasi orang tua mendidik anak remajanya.

Jakarta - Masa remaja adalah periode penting yang berpengaruh pada kesehatan mental dan karakter individu di masa dewasa. Di tengah kemajuan teknologi saat ini, bagaimana cara yang tepat untuk mendidik remaja? Dr. Anita Aisah, M Psi, Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah menghadirkan tantangan baru bagi remaja yang berbeda dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu, metode pengasuhan yang digunakan juga harus berbeda.

"Orang tua perlu menyesuaikan pendekatan pengasuhan, tanpa mengabaikan nilai yang ingin ditanamkan kepada anak," ungkap Anita, yang dikutip pada Minggu (18/10/2026).

Pola Asuh yang Mengedepankan Kasih Sayang dan Ketegasan

Anita menekankan pentingnya pola asuh yang menggabungkan kasih sayang, ketegasan, dan konsistensi. Dengan menerapkan ketiga elemen ini, remaja diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip yang ada. Saat berinteraksi dengan perilaku remaja, orang tua harus dapat membedakan antara menerima perasaan anak dan membenarkan semua tindakan mereka. Anak perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan ketidaksetujuan, namun juga harus memahami batasan perilaku yang ada.

"Pengasuhan itu bukan hanya kalimatnya saja yang sampai ke anak. Tapi bagaimana kalimat itu diberikan," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa orang tua harus memahami cara berkomunikasi yang efektif dalam membangun kedisiplinan remaja. Jika orang tua ingin anak menghentikan perilaku tertentu, mereka perlu memberikan penjelasan yang tenang dan jelas agar anak dapat memahami batasan yang ditetapkan.

Perbedaan Generasi dan Pentingnya Evaluasi Diri

Anita mengingatkan agar orang tua tidak membandingkan pengalaman masa lalu mereka dengan kondisi yang dihadapi anak saat ini. Menurutnya, perbedaan generasi seharusnya tidak menjadi alasan bagi orang tua untuk terus-menerus membandingkan anak dengan pengalaman mereka sendiri.

"Meskipun kondisinya sudah berubah, teknologinya semakin canggih, anak tetap adaptif, bisa menyesuaikan diri, tapi ada nilai yang dipegang," jelasnya.

Oleh karena itu, orang tua perlu menjelaskan alasan di balik nilai dan aturan yang diterapkan, bukan sekadar menuntut anak untuk mematuhinya.

Orang tua juga harus terus mengevaluasi kesesuaian antara ucapan dan tindakan mereka. Anita menjelaskan bahwa anak cenderung lebih memperhatikan perilaku sehari-hari orang tua daripada hanya mendengarkan nasihat yang diberikan.

"Anak itu lebih mudah melihat kegiatan sehari-harinya daripada ucapan orang tuanya," ujarnya.

Mendidik remaja bukan hanya sekadar membentuk perilaku anak, tetapi juga kesempatan bagi orang tua untuk melakukan introspeksi. Orang tua disarankan untuk secara rutin mengevaluasi pengalaman masa lalu, kebiasaan komunikasi, dan cara menghadapi konflik agar pola pengasuhan yang kurang efektif tidak terulang.

Anita mendorong orang tua untuk terus belajar, membangun kedekatan dengan anak, serta menetapkan batasan yang tegas dalam pengasuhan.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait