School of Accounting BINUS University mengemukakan bahwa pendidikan akuntansi harus memberikan lebih dari sekadar pemahaman konsep dan keterampilan teknis. Kesiapan lulusan juga harus mencakup kemampuan berpikir kritis, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, serta penerapan pertimbangan profesional.
Dalam rangka memperingati 30 tahun Program Studi Akuntansi, School of Accounting BINUS University bekerja sama dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) untuk menyelenggarakan CPA Days 2026 pada tanggal 8 hingga 10 Oktober 2026 di BINUS @Alam Sutera. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesi, guna mempersiapkan talenta akuntansi yang kompeten, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Transformasi Melalui Teknologi
Dengan tema “Catalysts of Tomorrow: Transforming Assurance Through Intelligence”, CPA Days 2026 bertujuan untuk mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, pemimpin dunia usaha, dan regulator dalam membahas arah perkembangan profesi akuntan publik. Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA, Rektor BINUS University, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mendekatkan proses pembelajaran dengan tantangan yang dihadapi oleh profesi.
Acara ini dibuka oleh Dr. Nelly, S.Kom., M.M., dan Tarkosunaryo, Presiden IAPI, serta dihadiri oleh Dr. Erawati, S.H., K.N., M.T., Direktur Pengembangan dan Pengawasan Profesi Keuangan, dan Jean Bouquot, Presiden International Federation of Accountants (IFAC). Sepanjang acara, berbagai perspektif dari dunia akademik, profesi, industri, dan regulator disampaikan oleh sejumlah narasumber, termasuk Prof. Dr. Normah Omar dan Dr. Kevin Deniswara, yang membahas masa depan profesi akuntan publik dari berbagai sudut pandang.
Peran Etika dan Teknologi dalam Akuntansi
Dr. Nelly menekankan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan Data Analytics telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai profesi, termasuk akuntan publik. Ia menegaskan bahwa teknologi harus sejalan dengan etika, standar profesi, akuntabilitas, dan kepercayaan. “Semangat inilah yang tercermin dalam tema CPA Days 2026,” ujarnya.
Acara ini juga menyajikan berbagai forum yang membahas isu-isu terkini dalam dunia akuntansi dan assurance, seperti kesiapan auditor dalam menghadapi perubahan bisnis dan regulasi, serta pentingnya penilaian manusia, etika, dan kepercayaan di tengah penggunaan AI yang semakin meluas. Melalui diskusi mengenai “Assurance in the Digital Era: Preparing Auditors for Emerging Business and Regulatory Challenges” dan “Human Judgment in the Age of AI: Shaping the Future of Assurance with Ethics and Trust”, peserta diajak untuk memahami bahwa masa depan profesi akuntan publik tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, tetapi juga pada tanggung jawab dalam penggunaannya.
CPA Days 2026 juga menyelenggarakan International CPA Days Conference 2026 yang membahas berbagai topik, termasuk Auditing & Assurance, Corporate Governance, Corporate Reporting, Finance, Taxation, Sustainability, dan Accounting Education. Tarkosunaryo menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam mempersiapkan generasi akuntan mendatang. Ia menegaskan bahwa transformasi profesi akuntan publik memerlukan integritas, kompetensi, dan penilaian profesional yang kuat.
Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., M.M., Ph.D., Dekan School of Accounting BINUS University, menyatakan bahwa tiga dekade Program Studi Akuntansi menjadi momentum untuk terus mengembangkan pendidikan akuntansi agar tetap relevan dengan perkembangan profesi. “Talenta akuntansi tidak hanya perlu ketelitian dan pemahaman terhadap standar, tetapi juga kemampuan untuk bekerja dengan data, teknologi, dan AI tanpa kehilangan integritas,” jelasnya. Ia berharap melalui CPA Days 2026, mahasiswa dapat lebih memahami perkembangan nyata profesi dan mempersiapkan diri untuk menjadi profesional yang adaptif terhadap teknologi sambil tetap mempertahankan penilaian profesional yang kuat.