Kapal KM Virgo Transport 8 mengalami kemiringan mendadak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA di kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Masalembo. Kawasan ini sering disebut sebagai Segitiga Bermuda Indonesia, namun apakah benar terdapat fenomena mistis di sana?
Dr. Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menegaskan bahwa Masalembo bukanlah area misterius yang dapat menenggelamkan kapal. Ia menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi di kawasan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Faktor Geografis dan Arus Laut
Salah satu penyebabnya adalah letak Masalembo yang berada di antara Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores. Selat Makassar berfungsi sebagai jalur utama yang mengalirkan massa air berarus deras dari Samudra Pasifik menuju perairan selatan Indonesia. Hal ini menciptakan kondisi yang mirip dengan persimpangan jalan raya yang sangat padat.
Perbedaan suhu, kadar garam, dan kedalaman air laut di kawasan ini menghasilkan pergerakan arus yang kompleks. "Pada kondisi tertentu, perbedaan densitas antarlapisan bisa menghasilkan stratifikasi laut dan shear arus, yaitu perbedaan kecepatan atau arah arus antara satu lapisan dengan lapisan lainnya. Proses tersebut dapat berhubungan dengan turbulensi, pencampuran massa air, maupun fenomena gelombang internal. Namun, fenomena ini tidak boleh langsung dianggap sebagai penyebab kapal kehilangan daya apung atau kendali," jelas Daryono.
Pengaruh Cuaca dan Angin
Kondisi perairan di Masalembo juga dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun Asia-Australia. Hal ini dapat menyebabkan fenomena cross-sea, di mana dua atau lebih sistem gelombang dari arah berbeda bertemu dan saling bertabrakan di satu titik. Bagi kapal, hantaman gelombang dari berbagai arah dapat menyebabkan goyangan dari samping kiri-kanan (rolling) dan depan-belakang (pitching).
"Cross-sea dapat meningkatkan gerakan kapal, terutama rolling dan pitching, serta menambah beban dinamis pada struktur kapal," ungkapnya. Selain itu, laut Masalembo yang hangat juga dapat memicu pembentukan awan badai raksasa (cumulonimbus) yang dapat menyebabkan angin kencang secara tiba-tiba.
"Hembusan angin yang berubah cepat bisa menyebabkan kondisi laut berubah dalam waktu relatif singkat. Bagi kapal, perubahan mendadak pada angin dan gelombang dapat meningkatkan beban dan gerakan kapal," tambah Daryono.
Pentingnya Kesiapan Kapal
Dr. Daryono mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan alam atau percaya pada hal-hal mistis. Ketahanan kapal dan manajemen muatan juga berperan penting dalam menghadapi situasi di laut. Pada kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off), penataan dan pengikatan muatan kendaraan di dalam palka sangat krusial.
"Pada kapal Ro-Ro, pengamanan kendaraan dan muatan juga merupakan bagian penting dari keselamatan karena pergeseran muatan dapat memengaruhi stabilitas," tegasnya.