Fakta Pendidikan

Mengungkap Metode untuk Memperlambat Proses Penuaan

Penuaan adalah hal yang pasti dialami setiap orang, namun peneliti terus mencari cara untuk memperlambat proses ini dan mencegah penyakit terkait usia. Studi terbaru menunjukkan bahwa intervensi terte...

P
Panca Akbar Saputra
26 September 2026
29 pembaca
Foto: Shutterstock/Lansia yang sehat dan panjang umur.
Foto: Shutterstock/Lansia yang sehat dan panjang umur.

Jakarta - Penuaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Namun, ada perbedaan signifikan antara individu yang menua dengan sehat dan mereka yang mengalami penyakit kronis seperti diabetes dan demensia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk memahami bagaimana penyakit yang umum terjadi pada lansia dapat dicegah atau diperlambat. Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa tidak fokus pada perlambatan proses penuaan itu sendiri?

Raghav Sehgal, seorang mahasiswa doktoral di Yale University, menyatakan bahwa para peneliti terus berupaya memahami bagaimana proses penuaan dapat memicu berbagai penyakit, serta mencari cara untuk memperlambatnya. "Sebagai peneliti, kita masih memiliki jalan panjang untuk memahami proses penuaan dan apakah langkah-langkah yang kita ambil untuk mengelolanya benar-benar efektif," jelasnya, seperti yang dilaporkan oleh Yale News pada Jumat (25/9).

Penelitian tentang Penuaan dan Intervensi

Raghav dan tim peneliti di laboratorium Albert Higgins-Chen, yang merupakan asisten profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Yale, telah mengumpulkan data dari 51 studi untuk mengeksplorasi berbagai intervensi yang dapat memperlambat penuaan. Ini mencakup berbagai suplemen serta prosedur medis. Mereka membandingkan usia biologis peserta sebelum dan sesudah menerima intervensi yang berbeda.

Dari hasil penelitian, intervensi yang berkaitan dengan gaya hidup dan pengobatan tertentu menunjukkan potensi dalam memperlambat proses penuaan. Namun, suplemen yang dijual bebas yang diuji tidak menunjukkan dampak signifikan. "Kita sudah tahu bahwa hal-hal tertentu dapat memperpanjang rentang kesehatan dan umur. Ada data dari analisis retrospektif serta dari model hewan. Kami menggabungkan semua pengetahuan itu dengan studi klinis dunia nyata untuk mengidentifikasi intervensi mana pada manusia yang memperlambat penuaan secara menyeluruh pada biomarker yang sudah dikenal ini," ungkap Raghav.

Efektivitas Intervensi dalam Memperlambat Penuaan

Dalam penelitian ini, para peneliti menguji empat kategori intervensi, yaitu obat-obatan farmakologis, perubahan gaya hidup, suplemen yang dijual bebas, dan prosedur medis. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi farmakologis paling efektif dalam menurunkan usia epigenetik, termasuk penggunaan metformin dan semaglutide untuk mengelola metabolisme dan berat badan.

Sementara itu, suplemen yang dijual bebas dan beberapa prosedur medis tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan usia epigenetik. Penelitian ini juga menemukan bahwa intervensi gaya hidup, seperti kombinasi diet sehat (termasuk diet Mediterania, rendah karbohidrat, atau rendah lemak) dan olahraga, secara konsisten dapat menurunkan usia epigenetik.

Untuk mengukur usia biologis manusia, peneliti menggunakan 'jam biologis' yang terdiri dari penanda biologis yang dapat diukur, seperti kadar kolesterol atau gula darah dalam darah. "Jika biomarker baru ini pada akhirnya divalidasi untuk memprediksi kesehatan jangka panjang, para ilmuwan akan dapat mengevaluasi terapi anti-penuaan jauh lebih cepat," kata Raghav Sehgal, penulis utama studi ini.

Dia menambahkan, "Alih-alih menunggu puluhan tahun untuk bukti dari uji klinis, kita akan dapat melihat intervensi mana yang efektif dan pada orang mana dalam beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan."

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait