Wednesday, 06 May 2026
Fakta Ekonomi

Menkeu Pastikan Belanja Program Makan Bergizi Gratis Lebih Efisien

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa belanja untuk program Makan Bergizi Gratis akan dilakukan dengan lebih cermat dan efisien. Hal ini bertujuan agar program strategis pemerintah da...

S
Stevani Nila Wardana
05 May 2026 4 pembaca
Menkeu Pastikan Belanja Program Makan Bergizi Gratis Lebih Efisien

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa belanja untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan dengan lebih cermat dan efisien. Purbaya menjelaskan bahwa efisiensi dalam belanja ini penting untuk memastikan program strategis pemerintah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

β€œIni program yang terus berjalan. Kita pastikan lagi belanjanya lebih efisien,” ungkap Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa realisasi anggaran untuk program MBG hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp55,34 triliun, yang merupakan 16,5 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp335 triliun untuk program ini. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa MBG turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026.

Berdasarkan laporan kontribusi MBG, hal ini terlihat dari komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), seiring dengan pembangunan infrastruktur penunjang bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BPS mencatat bahwa penambahan jumlah SPPG memberikan dampak positif terhadap PMTB berkat adanya aktivitas konstruksi fisik. Investasi SPPG juga dicatat sebagai bagian dari belanja modal, baik untuk pembangunan dapur maupun penyediaan peralatan pendukung.

Secara keseluruhan, BPS mencatat PMTB sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sebesar 1,79 persen. Komponen ini tercatat tumbuh 5,96 persen, didorong oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan program prioritas nasional, serta investasi swasta. Kontribusi PMTB terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 28,29 persen.

// Artikel Terkait