Fakta Pendidikan

Nova Diadara, Wisudawan Terbaik UPI Tanpa Jalur Cepat

Nova Diadara berhasil meraih gelar wisudawan terbaik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada wisuda Oktober 2026, menyelesaikan studi S2 sebelum usia 25 tahun tanpa menggunakan jalur cepat.

W
Wira Yudha
18 October 2026
11 pembaca
Wisudawan terbaik S2 UPI. Foto: UPI
Wisudawan terbaik S2 UPI. Foto: UPI

Nova Diadara, yang baru saja dinyatakan sebagai wisudawan terbaik Magister Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada wisuda periode Oktober 2026, awalnya tidak pernah membayangkan pencapaian ini. Ia berhasil menyelesaikan program magisternya sebelum mencapai usia 25 tahun tanpa melalui jalur pintas. Diadara merupakan lulusan dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UPI.

"Bisa terpilih menjadi salah satu yang terbaik menurut saya merupakan sebuah keajaiban dan anugerah dari Tuhan," ungkap Diadara dikutip dari laman UPI, Minggu (17/10/2026).

Perjalanan Unik Menuju Gelar S2

Perjalanan Diadara untuk meraih gelar S2 di usia muda ini terbilang unik dan penuh warna. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu, ia tidak langsung melanjutkan ke program pascasarjana. Diadara memilih untuk mengambil jeda dan bekerja di luar negeri selama satu tahun. Setelah kontrak kerjanya berakhir, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S2.

Selama menempuh pendidikan magister, Diadara juga bekerja sebagai tutor di Balai Bahasa selama satu tahun. Ia merasa pengalaman mengajar secara langsung sangat efektif dalam proses belajarnya.

Tantangan dan Inovasi dalam Studi

Proses penyelesaian studi magister Diadara diwarnai dengan berbagai tantangan. Menurutnya, kesulitan terbesar dalam menyusun tesis bukan hanya berkaitan dengan teori atau materi akademik, tetapi juga interaksi dengan berbagai karakter manusia. Ia memilih untuk tidak menghindar dari tantangan tersebut dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengembangkan karakter.

Diadara percaya bahwa mahasiswa pascasarjana harus memiliki keterampilan bertahan hidup dan ketahanan yang kuat. "Kalau kita menghindar sekarang, beban yang lebih berat akan menanti di masa depan," tegasnya.

Secara akademis, Diadara menunjukkan konsistensi yang tinggi dalam bidang keilmuan yang linier sejak jenjang sarjana. Dalam riset tesisnya, ia berinovasi dengan mengembangkan bahan ajar digital untuk keterampilan menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Level 5. Menariknya, materi tersebut ia integrasikan dengan konsep Sumbu Filosofi Yogyakarta menggunakan metode portfolio writing.

Diadara menjelaskan, "Dari situ, saya tergerak memanfaatkan Sumbu Filosofi Yogyakarta ini ke dalam bahan ajar digital BIPA sebagai sarana diplomasi budaya dan bahasa Indonesia ke tingkat internasional."

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait