Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, menyatakan telah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah melakukan kunjungan ke Solo dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu, 17 Juni. Nur Alam mengungkapkan bahwa ia secara de facto telah aktif di PSI sejak lama, terutama setelah dukungan yang diberikan Jokowi kepada partai yang dipimpin oleh anaknya, Kaesang Pangarep.
"Saya sampai hari ini sebagai mantan gubernur Sultra, bersahabat baik dengan Pak Jokowi sejak menjadi gubernur DKI, dan beliau adalah atasan saya," ucap Nur Alam saat dihubungi pada hari yang sama.
Antusiasme Bergabung dengan PSI
Dia menyatakan kebahagiaannya bergabung dengan PSI, karena selain didukung oleh Jokowi, PSI merupakan partai baru yang dibangun dari nol. Nur Alam percaya bahwa setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pengembangan partai. "Insyallah bisa menjadi partai terkemuka pada saatnya nanti," tambahnya.
Kartu Tanda Anggota dan Kesetiaan
Meskipun demikian, Nur Alam mengaku bahwa ia belum menerima kartu tanda anggota (KTA) partai secara resmi. Menurutnya, KTA hanyalah masalah administratif. Namun, ia merasa bahwa dukungan dari Jokowi sudah cukup sebagai bukti resmi keanggotaannya. Nur Alam menegaskan kesiapannya untuk menerima perintah dan menunjukkan loyalitasnya. "Tentu kalau KTA itu kan sifatnya administratif. Jadi, sejak saya sudah melaporkan diri kepada Presiden Jokowi, saya juga menyatakan siap menerima perintah beliau," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyambut baik bergabungnya Nur Alam. Ia berharap langkah tersebut dapat diikuti oleh mantan kepala daerah lainnya. Bestari menambahkan bahwa setelah deklarasi dukungan Jokowi, banyak politikus yang tertarik untuk bergabung dengan PSI. "Pasca Pak Jokowi beliau mendukung PSI, itu mengusik tidur daripada para tokoh itu di seantero bumi Nusantara. Satu per satu datang, kini tiba giliran Pak Nur Alam ketemu di tempatnya Pak Jokowi," ungkapnya. "Semoga ini menjadi trigger juga para senior politik, yang sudah beristirahat," tutup Bestari.