Fakta Pendidikan

Pemahaman Mengenai Sertifikat O-Level dalam Sidang Ijazah Wapres Gibran di MK

Sertifikat O-Level menjadi topik penting dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum di Mahkamah Konstitusi terkait pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dokumen ini berkaitan dengan ri...

N
Narayana Putra
04 October 2026
40 pembaca
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Foto: via REUTERS/MARCO LONGARI
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Foto: via REUTERS/MARCO LONGARI

Jakarta - Dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat, 2 Oktober, sertifikat O-Level menjadi salah satu dokumen yang dibahas. Dokumen ini berkaitan dengan berkas pendidikan yang digunakan dalam pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden pada Pilpres 2024.

Pada persidangan tersebut, pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan penjelasan mengenai permohonan penyetaraan pendidikan yang diajukan secara daring pada 6 Agustus 2019. Taufiq Damarjati, yang merupakan anggota tim penilai dan verifikasi dokumen pendidikan, menjelaskan berbagai dokumen yang diikutsertakan dalam proses tersebut.

Dokumen Pendidikan yang Diajukan

Menurut Taufiq, salah satu dokumen yang diajukan adalah Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dari jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang diterbitkan pada tahun 2002. Selanjutnya, terdapat riwayat pendidikan di Orchid Secondary School, Singapura, yang diikuti dari tahun 2003 hingga 2004. Pendidikan tersebut dibuktikan melalui transkrip nilai yang mencantumkan jenjang Secondary 3 dan Secondary 4.

Dari pendidikan di Orchid Secondary School, Taufiq menyebutkan bahwa dokumen kelulusan yang diperoleh adalah GCE O-Level Certificate, atau sertifikat General Certificate of Education Ordinary Level. "Kemudian dari sana hasil atau keluaran dari jenjang pendidikan Orchid Secondary School itu adalah GCE O-Level certificate. Jadi certificate O-Level atau ordinary level," jelas Taufiq.

Kedudukan Sertifikat O-Level di Indonesia

Hakim Konstitusi Saldi Isra kemudian meminta penjelasan mengenai posisi sertifikat O-Level dalam proses penyetaraan pendidikan di Indonesia. "Kalau ada sertifikat O-Level itu nanti akan disetarakan dengan ijazah seperti di kita (Indonesia), ya?" tanya Saldi. Menanggapi pertanyaan tersebut, Taufiq menjelaskan bahwa sertifikat O-Level belum dapat dianggap sebagai bukti kelulusan pada jenjang pendidikan setara SMA atau SMK. "Untuk sertifikat O-Level belum bisa dianggap sebagai lulusan SMA atau SMK," ungkap Taufiq.

Oleh karena itu, tim penilai mempertimbangkan jenjang pendidikan yang ditempuh setelah memperoleh sertifikat tersebut. Taufiq menyebutkan bahwa pendidikan lanjutan diambil di UTS Insearch dari tahun 2005 hingga 2006 melalui program Diploma of Business Studies. Dokumen yang diterima dalam proses penilaian untuk pendidikan tersebut berupa certificate of attendance dan transkrip nilai.

Pengenalan Sertifikat O-Level

Sertifikat O-Level, menurut informasi dari Singapore Examinations and Assessment Board (SEAB), adalah ujian nasional tahunan yang diikuti oleh siswa sekolah dan peserta privat di Singapura. Ujian ini ditujukan bagi siswa sekolah (school candidates) dan peserta mandiri (private candidates). O-Level diperkenalkan pada tahun 1971 dan sejak tahun 2006 tidak lagi terikat dengan ujian GCE O-Level Inggris.

Ujian ini diselenggarakan bersama oleh SEAB, Kementerian Pendidikan Singapura, dan Cambridge International Education. GCE O-Level merupakan ujian nasional berbasis mata pelajaran yang menghasilkan kualifikasi berdasarkan hasil yang diperoleh peserta pada mata pelajaran yang diujikan.

O-Level tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar warga negara Singapura atau pemegang status permanent resident (PR) Singapura. Siswa yang bukan warga negara Singapura juga dapat mengikuti GCE O-Level baik sebagai school candidates maupun private candidates.

Syarat bagi school candidates adalah harus terdaftar sebagai siswa di jenjang secondary di sekolah Singapura yang menawarkan O-Level. Sedangkan pelajar asing yang mendaftar sebagai private candidate dapat mengikuti mekanisme pendaftaran yang disediakan oleh SEAB khusus untuk pemegang paspor asing.

Setelah menyelesaikan ujian GCE O-Level, siswa di Singapura memiliki berbagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan kemampuan mereka. Beberapa pilihan tersebut meliputi Junior College (JC), politeknik, dan Institute of Technical Education (ITE) untuk pendidikan dan pelatihan vokasi.

Namun, mulai kohort kelulusan 2027, GCE N(T)-Level, N(A)-Level, dan O-Level akan digantikan dalam skema baru Singapore-Cambridge Secondary Education Certificate (SEC), seiring dengan penerapan Full Subject-Based Banding.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait