Fakta Hukum

Pemimpin ASEAN Resmi Adopsi Protokol Cebu untuk Revisi Piagam

Para pemimpin negara anggota ASEAN telah menyetujui Cebu Protocol to Amend the ASEAN Charter, yang merupakan revisi pertama sejak piagam tersebut ditandatangani pada tahun 2007. Hal ini diharapkan dap...

N
Naufal Akbar
08 May 2026
21 pembaca
Ilustrasi - Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao menyampaikan pidato kebijakan saat kunjungannya ke Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (11/12/2025). (ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)
Ilustrasi - Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao menyampaikan pidato kebijakan saat kunjungannya ke Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (11/12/2025). (ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)

Pada hari Jumat, para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengesahkan Cebu Protocol to Amend the ASEAN Charter, menandai revisi pertama terhadap piagam organisasi tersebut sejak ditandatangani pada tahun 2007. Dalam konferensi pers setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyebutkan bahwa langkah ini merupakan tonggak penting bagi reformasi dalam ASEAN serta integrasi penuh Timor Leste ke dalam organisasi regional tersebut.

“Pencapaian penting lainnya adalah adopsi Cebu Protocol to Amend the ASEAN. Ini menandai amendemen pertama terhadap Piagam ASEAN sejak penandatanganan di tahun 2007,” ungkap Marcos. Amendemen ini dilakukan hampir dua dekade setelah para pemimpin ASEAN menandatangani piagam di Cebu, yang secara resmi mengubah ASEAN menjadi organisasi regional berbasis aturan dengan status badan hukum.

Protokol sebagai Cerminan Perkembangan ASEAN

Marcos menambahkan bahwa protokol ini mencerminkan perkembangan berkelanjutan ASEAN sebagai komunitas regional yang lebih kuat dan inklusif. Sebelumnya, pejabat ASEAN telah menyatakan bahwa amendemen ini akan mendukung integrasi penuh Timor Leste ke dalam ASEAN, yang direncanakan akan menjadi anggota ke-11 pada bulan Oktober 2025.

Kemajuan ASEAN Menuju Visi 2045

Presiden Marcos juga menyoroti kemajuan yang dicapai ASEAN di seluruh pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya, seiring dengan dimulainya penerapan Visi Komunitas ASEAN 2045. Peta jalan jangka panjang ini bertujuan untuk memposisikan ASEAN sebagai "pusat pertumbuhan" di kawasan Indo-Pasifik selama dua dekade mendatang.

KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, mempertemukan para pemimpin Asia Tenggara di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan ekonomi, stabilitas geopolitik, keamanan energi, dan kerja sama kelembagaan.

Tags: Belum ada tag pada artikel ini

Artikel Terkait