Fakta Pendidikan

Pengenalan Shokuiku dan Kyoshoku: Program Makan Bergizi yang Akan Diterapkan di Indonesia

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengadopsi konsep Shokuiku dan Kyoshoku dari Jepang untuk meningkatkan program makan bergizi di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang...

N
Naufal Akbar
27 September 2026
33 pembaca
Program makan siang gratis di Jepang. Foto: Kyodo News
Program makan siang gratis di Jepang. Foto: Kyodo News

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan rencananya untuk menerapkan konsep Shokuiku dan Kyoshoku yang telah sukses di Jepang. BGN menyatakan bahwa mereka telah memahami cara pelaksanaan program makan bergizi yang diadopsi dari negara tersebut.

"Akan ada terobosan baru dalam penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional," ungkap Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, melalui unggahan di Instagram pada Minggu (27/9/2026). "Shokuiku namanya, pendidikan makanan dan nutrisi. Shokuiku diterapkan dalam makan siang di sekolah bersama dengan Kyushoku. Dalam program makan siang ini, penerima manfaat tidak hanya diberi makanan dan kenyang, melainkan akan belajar mengenai kandungan nilai gizi, proses penyiapan makanan, dan menghargai makanan," tambahnya.

Pemahaman tentang Shokuiku

Shokuiku, menurut arsip dari National Institutes of Biomedical Innovation, Health and Nutrition (NIBIOHN) Jepang, adalah pendidikan yang berfokus pada makanan dan nutrisi. Di Jepang, Shokuiku dianggap sebagai elemen penting dalam kehidupan, berperan dalam membentuk dasar intelektual, moral, dan pendidikan jasmani masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk memberikan pendidikan mengenai pola makan yang sehat dan pemilihan asupan yang tepat.

Komponen dasar dari Shokuiku meliputi:

  • Meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta memperkaya kehidupan manusia.
  • Mendukung pemahaman yang lebih baik tentang pola makan, termasuk peran alam dan orang-orang yang terlibat dalam produksi, pengangkutan, dan penyajian makanan.
  • Mendorong gerakan sukarela untuk mempromosikan Shokuiku secara nasional.
  • Melibatkan orang tua, pendidik, dan penyedia layanan penitipan anak untuk aktif mempromosikan Shokuiku di kalangan anak-anak.
  • Memperkuat pemahaman tentang pola makan melalui berbagai pengalaman dan aktivitas yang berkaitan dengan makanan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Memahami Kyushoku

Kyushoku adalah istilah yang digunakan untuk program makan siang di sekolah-sekolah Jepang. Menurut Japan Today, program ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang mengajarkan anak-anak tentang nutrisi, kerja sama, etika, dan rasa hormat terhadap makanan. Siswa secara bergiliran melayani teman sekelas, menikmati hidangan bersama, dan membersihkannya setelah makan sebagai bentuk kesetaraan dan kebersamaan.

Makanan siang di Jepang biasanya terdiri dari menu seimbang yang mencakup nasi, sup miso, salad, serta hidangan daging atau ikan, semua dirancang oleh ahli gizi berlisensi. Selain itu, menghabiskan semua makanan di piring dianggap sebagai tanda kesopanan dan penghormatan. Konsep 'mottainai', yang berarti tidak membuang-buang makanan, sangat melekat dalam masyarakat Jepang. Para guru juga mendorong anak-anak untuk menikmati setiap suapan sebagai bentuk rasa syukur dan untuk mengenalkan mereka pada berbagai jenis makanan.

BGN belum menentukan kapan tepatnya Shokuiku dan Kyushoku akan diterapkan di Indonesia. "Kapan BGN akan menerapkan ini? Tunggu tanggal mainnya!" kata Tysa.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait