Fakta Nasional

Penggerebekan Besar di Kampung Bahari: Polisi Amankan 26 Tersangka Narkoba

Polisi melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mengatasi peredaran narkoba. Dalam operasi ini, 26 orang ditangkap dan sejumlah barang bukti disita.

P
Panca Akbar Saputra
02 November 2026
8 pembaca
Foto: Polri bersama BNN naik KRL saat melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut), Minggu (1/11/2026). (Dok. Istimewa)
Foto: Polri bersama BNN naik KRL saat melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut), Minggu (1/11/2026). (Dok. Istimewa)

Jakarta - Aparat kepolisian melaksanakan penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terkait dengan dugaan peredaran narkoba. Dalam operasi yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026), sejumlah anggota kepolisian menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk mencapai lokasi penggerebekan tersebut.

Operasi Terkoordinasi

Penggerebekan ini dilakukan bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan dari berbagai sisi, termasuk melalui jalur rel yang ada di Kampung Bahari. "Iya. Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, ya, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob," ungkap Bismo setelah operasi selesai.

Transaksi Narkoba Masih Berlangsung

Selama penggerebekan, diketahui bahwa transaksi narkoba masih berlangsung di salah satu lapak yang terletak di pinggir rel. Lapak-lapak tersebut akan dibongkar untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut. "Iya, masih (transaksi di lapak pinggir rel). Masih, masih, ya. Oleh karena itu, kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," jelasnya.

Dari hasil operasi ini, sebanyak 26 orang berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti narkoba, termasuk sabu, ganja, dan ekstasi. Total 1.800 personel dikerahkan dalam penggerebekan ini. "1.800 (personel)," tambahnya.

Selama proses penggerebekan, pihak kepolisian juga menghadapi perlawanan. Namun, operasi tetap dilanjutkan untuk memberantas peredaran narkotika. "Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," kata Bismo.

Koordinasi dengan KAI Commuter

Karina Amanda, Corporate Secretary KAI Commuter, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait mobilitas menuju Kampung Bahari. "Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu (1/11) sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok," jelas Karina.

Dia juga menambahkan bahwa perjalanan tersebut tidak mempengaruhi jadwal perjalanan KRL reguler menuju Tanjung Priok. "Perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan regular Commuter Line menuju Tanjung Priok," tuturnya. Namun, KAI Commuter meminta maaf atas keterlambatan tiga perjalanan yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel saat penggerebekan berlangsung. "KAI Commuter menyampaikan pemohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat 3 perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan," tutupnya.

Artikel Terkait