Fakta Ekonomi

Perbaikan Kinerja Keuangan PT Tripar Multivision Plus Tbk di Tengah Kerugian

PT Tripar Multivision Plus Tbk melaporkan peningkatan pendapatan dan EBITDA positif hingga September 2026, meskipun masih mencatatkan kerugian bersih akibat beberapa faktor.

F
Fidzu Ardaf
02 November 2026
6 pembaca
PT Tripar Multivision Plus (MVP) (IDX:RAMM). [mvp]
PT Tripar Multivision Plus (MVP) (IDX:RAMM). [mvp]

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) melaporkan kinerja keuangan yang lebih baik hingga akhir September 2026, dengan pendapatan mencapai Rp191,49 miliar, naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp145,42 miliar. Meskipun demikian, perusahaan ini masih mengalami kerugian bersih sebesar Rp67,25 miliar, yang disebabkan oleh pelepasan saham anak usaha dan penghapusan restitusi pajak.

Pendapatan dan EBITDA Positif

RAAM, yang beroperasi di sektor hiburan dan produksi film, mencatatkan EBITDA positif sebesar Rp24,54 miliar, berbalik dari kondisi negatif Rp48,91 miliar pada tahun sebelumnya. CFO RAAM, Vikas Sharma, mengungkapkan bahwa bisnis film menjadi salah satu pendorong utama kinerja perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026. Salah satu film yang dianggap memiliki potensi besar adalah "Cerita Lila". "Film menopang sembilan bulan ini, dan Cerita Lila menunjukkan potensi rilisan lokal yang kuat. Kami akan melanjutkannya dengan lebih banyak rilis layar lebar, distribusi pustaka film yang lebih luas, dan jaringan Platinum Cineplex yang lebih besar," jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Kerugian Bersih dan Strategi Ke Depan

Walaupun pendapatan meningkat, RAAM masih mencatatkan kerugian bersih setelah pajak sebesar Rp67,25 miliar hingga September 2026. Kerugian ini terutama disebabkan oleh beberapa pos yang bersifat satu kali, termasuk kerugian sekitar Rp64,8 miliar dari pelepasan 33,33 persen saham di PT Ciputra Multivision Nusantara (CMN) dan penghapusan restitusi pajak sebesar Rp2,9 miliar. Jika kedua pos tersebut tidak dihitung, RAAM akan mencatatkan laba setelah pajak disesuaikan sebesar Rp456,02 juta, yang menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp81,31 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

RAAM menilai pencapaian ini sebagai langkah penting dalam pemulihan bisnis dan keuangan yang sedang berlangsung. "Dengan neraca yang lebih ringan setelah divestasi CMN, kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk terus menumbuhkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang," tambah Vikas Sharma. Ke depan, perusahaan berencana untuk memperkuat bisnis inti di industri hiburan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga disiplin keuangan. RAAM juga akan mengoptimalkan peluang pertumbuhan melalui peningkatan produksi film, perluasan distribusi pustaka film, dan pengembangan jaringan bioskop Platinum Cineplex untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait