Fakta Ekonomi

Peningkatan Penggunaan Kereta Subsidi, Layani Hampir 8 Juta Penumpang Hingga Mei 2026

Minat masyarakat terhadap kereta api bersubsidi terus meningkat, dengan PT Kereta Api Indonesia mencatat 7,88 juta penumpang hingga Mei 2026, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu.

N
Narayana Putra
16 June 2026
2 pembaca
Peningkatan Penggunaan Kereta Subsidi, Layani Hampir 8 Juta Penumpang Hingga Mei 2026
Foto: dok KAI

Minat masyarakat untuk menggunakan kereta api bersubsidi, yang dikenal sebagai Public Service Obligation (PSO), menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan bahwa layanan KA PSO telah melayani 7,88 juta penumpang dari Januari hingga Mei 2026, meningkat sebesar 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 7,3 juta penumpang.

Peningkatan ini menandakan bahwa kereta bersubsidi tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh maupun untuk mobilitas sehari-hari. Layanan ini diadakan dengan dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, bertujuan untuk menyediakan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.

Pentingnya Layanan Kereta PSO

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menyatakan bahwa kereta api PSO memiliki peran yang signifikan dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah. Ia menjelaskan bahwa layanan ini mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau untuk berbagai keperluan, seperti bekerja, bersekolah, berobat, berdagang, hingga mengunjungi keluarga.

“KA PSO membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih terjangkau untuk bekerja, sekolah, berobat, berdagang, bertemu keluarga, maupun bepergian antardaerah. Bersama pemerintah melalui DJKA Kemenhub, KAI terus menjaga agar layanan ini tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Statistik Pelanggan yang Meningkat

Berdasarkan data dari KAI, jumlah penumpang KA Jarak Jauh PSO mencapai 4,95 juta orang selama lima bulan pertama tahun ini, meningkat 5,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 4,71 juta penumpang. Sementara itu, layanan KA Lokal PSO mengalami pertumbuhan yang lebih signifikan, dengan jumlah penumpang mencapai 2,93 juta orang, meningkat 13 persen dibandingkan 2,59 juta penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Anne menjelaskan bahwa layanan KA Jarak Jauh PSO berfungsi untuk menghubungkan berbagai kota di Jawa dan Sumatra dengan biaya yang lebih terjangkau. Kereta seperti Kahuripan, Bengawan, Airlangga, Serayu, dan Cikuray menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan moda transportasi hemat untuk perjalanan antarkota. Di sisi lain, KA Lokal PSO berperan penting dalam mobilitas regional, karena banyak digunakan oleh masyarakat untuk bepergian dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas ekonomi, sekolah, kampus, pasar, hingga fasilitas kesehatan.

Menurut Anne, peningkatan jumlah penumpang KA Lokal PSO mencerminkan tingginya kebutuhan perjalanan jarak dekat dan menengah. Kereta api dipilih karena memiliki jadwal yang teratur, kapasitas yang besar, serta tarif yang membantu masyarakat dalam mengelola biaya transportasi harian. “Bagi banyak pelanggan, KA PSO adalah penghubung menuju kesempatan. Ada pelajar yang berangkat ke sekolah, pekerja yang menuju tempat kerja, pedagang yang menjaga aktivitas ekonomi, serta keluarga yang tetap terhubung antarkota,” katanya.

KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kereta bersubsidi melalui peningkatan keselamatan perjalanan, kebersihan sarana, keteraturan operasional, serta kemudahan akses dalam pembelian tiket. Tiket KA PSO dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, loket stasiun, maupun saluran penjualan resmi lainnya.

Anne menambahkan bahwa keberlanjutan layanan PSO memerlukan sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat agar manfaatnya dapat terus dirasakan secara luas. “KAI berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui DJKA Kemenhub dalam penyelenggaraan KA PSO. Dengan kolaborasi ini, kereta api dapat terus hadir sebagai transportasi publik yang selamat, nyaman, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Anne.

Artikel Terkait