Universitas Binawan berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dengan memperluas kerja sama internasional. Wakil Rektor Tata Kelola, Sumber Daya dan Kemitraan Strategis, Farouk Abdullah Alwyni, menjelaskan bahwa kampus ini telah menjalin kemitraan dengan beberapa perguruan tinggi di Eropa untuk memberikan peluang dalam pendidikan, riset, dan pengembangan karier bagi mahasiswa.
“Kami berharap kemitraan kampus-kampus di Indonesia dengan kampus di Eropa mampu mendorong peningkatan kualitas SDM dan tenaga profesional Indonesia," ungkap Farouk pada Selasa (16/6). Dia juga menekankan pentingnya pendidikan tinggi dalam memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang dalam konteks global.
Kerja Sama dengan Universitas di Eropa
Farouk menambahkan bahwa kemitraan internasional merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan serta meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat global. Dalam hal ini, Universitas Binawan telah menandatangani kerja sama dengan IMC Krems University of Applied Sciences di Austria dan bbw Hochschule University of Applied Sciences di Jerman.
Kerja sama dengan IMC Krems difokuskan pada penguatan sektor kesehatan, terutama dalam pengembangan tenaga kesehatan Indonesia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar internasional. Program yang dijajaki mencakup penyetaraan kualifikasi perawat Indonesia untuk berkarier di Austria dan negara-negara Uni Eropa, penyusunan kurikulum bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, program magang, mobilitas akademik, serta riset kolaboratif.
Komitmen untuk Pertukaran Pengetahuan
Selain itu, kedua institusi juga berkomitmen untuk menyelenggarakan seminar dan forum akademik internasional guna memperluas pertukaran pengetahuan serta memperkuat jejaring akademik lintas negara. CEO IMC Krems, Dr. Udo Brandle, menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan SDM kesehatan dan menyatakan bahwa kolaborasi ini dapat menjadi dasar bagi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
“Kolaborasi ini akan memperkuat pertukaran pengetahuan, kualitas pendidikan kesehatan, serta mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang siap menjawab tantangan global,” ujar Brandle. Sementara itu, kerja sama dengan bbw Hochschule diarahkan pada pengembangan kolaborasi akademik lintas disiplin, termasuk penjajakan program gelar ganda, pertukaran mahasiswa dan dosen, mobilitas akademik internasional, penelitian bersama, serta berbagai kegiatan ilmiah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Presiden Interim bbw Hochschule, Prof. Dr. Rene Brunotte, menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan dunia. Dia menambahkan bahwa kemitraan internasional memungkinkan institusi pendidikan untuk saling berbagi pengalaman, perspektif, dan praktik terbaik. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat di kedua negara,” kata Brunotte.