Fakta Hukum

Pentingnya Penelitian Disertasi bagi Perwira Polri

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, mengingatkan perwira Polri yang menempuh studi doktoral agar penelitian mereka tidak hanya menjadi proyek formal, tetapi berma...

E
Eko Prasetyo
06 May 2026
22 pembaca
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana (kedua dari kanan) memberikan sambutannya dalam sidang terbuka promosi doktor Irjen Pol. Chaidir di STIK Polri, Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana (kedua dari kanan) memberikan sambutannya dalam sidang terbuka promosi doktor Irjen Pol. Chaidir di STIK Polri, Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty

Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, mengingatkan para perwira Polri yang sedang menempuh studi doktoral untuk tidak menjadikan penelitian mereka sebagai proyek "batu nisan". Hikmahanto berharap bahwa disertasi yang mereka kerjakan dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia akademik dan pengambilan kebijakan.

"Saya selalu ingatkan kepada mereka yang polisi ketika mereka jadi doktor jangan sekadar membuat proyek batu nisan. Maksudnya kalau meninggal di batu nisannya ditulis gelar doktornya. Jangan ya," ujar Hikmahanto dalam sidang terbuka promosi doktor di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri, Jakarta, pada hari Selasa.

Pesan tersebut disampaikan secara khusus kepada Inspektur Jenderal Polisi Chaidir, yang menjalani sidang terbuka promosi doktor di bidang ilmu kepolisian. Hikmahanto berperan sebagai dosen pembimbing untuk disertasi Irjen Pol. Chaidir yang berjudul "Kerja sama internasional kepolisian antara Indonesia dan Malaysia (Nodal Governance) dalam Penanggulangan Kejahatan Terorganisir Transnasional".

Sebagai pembimbing, Hikmahanto berharap agar perwira Polri yang ia bimbing dapat mengedepankan ilmu pengetahuan dalam setiap tindakan dan perkataannya. Ia memuji beberapa perwira tinggi Polri yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam kebijakan dan informasi yang mereka sampaikan, termasuk Komisaris Jenderal Polisi Prof. Chryshnanda Dwi Laksana serta para pengajar dan guru besar di STIK Polri.

Hikmahanto menekankan pentingnya data dan ilmu dalam menyampaikan pendapat, bahkan jika pandangannya berbeda dengan pemerintah. "Saya selalu katakan kalau saya berbeda pandangan dengan pemerintah. Saya katakan saya tidak boleh asal ngomong, tetapi basis saya harus ngomong datanya seperti apa, ilmunya seperti apa," terangnya.

Ia juga mencatat bahwa meskipun banyak perwira Polri yang berfokus pada operasional, terdapat pula perwira yang dihargai oleh negara karena pemikiran dan gagasan yang mereka kontribusikan selama bertugas. Hikmahanto menegaskan bahwa gelar doktor yang diraih oleh seorang perwira Polri harus menjadi alat untuk menjelajahi dunia berdasarkan penelitian yang dilakukan.

Menurutnya, penelitian disertasi adalah kunci penting dalam program studi doktor. Di beberapa negara, termasuk di salah satu universitas di Inggris, perkuliahan tidak menjadi prioritas. "Yang terpenting adalah penelitiannya," imbuhnya.

Hikmahanto berharap disertasi Irjen Pol. Chaidir mengenai kerja sama internasional dalam penanggulangan kejahatan terorganisir transnasional dapat dikembangkan dan diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan. Ia melihat disertasi tersebut memiliki kebaruan dan relevansi yang tinggi, terutama pada era masyarakat ekonomi ASEAN saat ini.

Ia mencatat bahwa ada dua pilar penting yang belum sepenuhnya diterapkan dalam masyarakat ASEAN, yaitu pilar keamanan dan pilar politik serta budaya. Dalam konteks pilar keamanan, penelitian yang dihasilkan oleh Irjen Pol. Chaidir sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dari kejahatan terorganisir.

Hikmahanto berharap hasil penelitian ini dapat disampaikan kepada pihak-pihak terkait dan dibahas di seluruh Indonesia, serta dimasukkan dalam jurnal untuk dibaca oleh akademisi dan pemangku kepentingan. "Sehingga apa yang menjadi pertanyaan saya tadi, apakah kita bisa membangun suatu kerja sama untuk memerangi kejahatan tanpa harus dibebani oleh birokrasi itu bisa terwujud," kata Hikmahanto.

Ia menambahkan, "Mudah-mudahan suatu hari nanti hasil disertasi ini, apakah nanti penelitinya dalam kapasitas sebagai polisi atau akademisi bisa terwujud kerja sama yang tidak dibebani birokrasi dalam memerangi kejahatan terorganisasi."

Tags: Belum ada tag pada artikel ini

Artikel Terkait