Pasar perdagangan derivatif atau futures untuk aset kripto di Indonesia masih berada pada tahap awal, meskipun terdapat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital. Para pelaku industri percaya bahwa peningkatan literasi dan pemahaman risiko akan menjadi faktor kunci dalam perkembangan pasar ini.
Peluang Pertumbuhan di Pasar Futures
Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menyatakan bahwa pasar futures kripto di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang seiring dengan meningkatnya pemahaman investor terhadap produk derivatif. "Kami melihat pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar, futures berpotensi menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional," ujarnya.
Secara global, volume perdagangan perpetual futures kripto telah mencapai lebih dari 187 miliar dolar AS per hari pada tahun 2025. Dalam periode tertentu, volume perdagangan futures juga tercatat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan dengan perdagangan spot, yang menunjukkan tingginya aktivitas dalam instrumen derivatif.
Dominasi Transaksi Spot dan Keunggulan Futures
Di Indonesia, transaksi aset kripto masih didominasi oleh perdagangan spot. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, sedikit meningkat dari Rp22,98 triliun pada April 2026. Ryan menambahkan bahwa salah satu keunggulan perdagangan futures adalah fleksibilitas strategi, di mana investor dapat mengambil posisi long saat memperkirakan harga naik dan short saat memperkirakan harga turun.
“Futures memberikan ruang bagi trader untuk menerapkan strategi berdasarkan analisis dan kondisi pasar, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen risiko yang baik,” jelasnya.
Berdasarkan data internal Bittime selama masa uji coba layanan, aktivitas perdagangan menunjukkan profil pengguna yang beragam, mulai dari investor dengan modal kecil hingga trader dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS. Aset yang paling banyak diperdagangkan mencakup BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Ryan menekankan bahwa data tersebut tidak mencerminkan potensi keuntungan seluruh investor karena perdagangan futures memiliki risiko yang tinggi. Penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus meningkatkan risiko kerugian.
Dengan jumlah investor aset kripto di Indonesia yang telah melampaui 22 juta, pelaku industri meyakini bahwa pertumbuhan volume transaksi, peningkatan jumlah pengguna, serta penguatan literasi akan menjadi faktor penentu dalam perkembangan pasar derivatif aset digital di masa mendatang.