Fakta Pendidikan

Pesan Penting Rektor untuk Mahasiswa Baru di OSMB UT Jakarta

Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka Jakarta diikuti oleh lebih dari 2.000 mahasiswa baru, di mana Rektor Prof. Dr. Ali Muktiyanto menyampaikan tiga pesan penting terkait integrit...

S
Stevani Nila Wardana
26 July 2026
11 pembaca
Bukan Kampus Biasa, Rektor Ali Titip Tiga Pesan untuk Peserta OSMB UT Jakarta
Bukan Kampus Biasa, Rektor Ali Titip Tiga Pesan untuk Peserta OSMB UT Jakarta

Universitas Terbuka (UT) Jakarta menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian gelombang pertama untuk semester ganjil tahun akademik 2026/2027 yang dimulai pada Sabtu, 25 Juli. Acara yang bertajuk "Bukan Kampus Biasa" ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 mahasiswa baru. Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menekankan bahwa OSMB merupakan simbol awal dari proses pembelajaran di semester tersebut.

Diperkirakan, jumlah mahasiswa baru di UT mencapai antara 160 ribu hingga 185 ribu orang. Menurut Prof. Ali, Jakarta berperan sebagai barometer pendidikan jarak jauh di Indonesia, dengan jumlah mahasiswa mencapai 100 ribu orang. Ia menjelaskan bahwa mayoritas mahasiswa adalah generasi digital native dengan kemampuan literasi digital yang sangat baik. Selain itu, mahasiswa UT Jakarta berasal dari lebih dari 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Peningkatan Layanan di UT Jakarta

Prof. Ali menyatakan bahwa UT Jakarta melayani sekitar 7 hingga 8 persen dari total mahasiswa UT. Saat ini, UT Jakarta hanya memiliki satu kantor, namun di masa depan akan ada dua kantor, yaitu UT Jakarta 1 dan UT Jakarta 2. UT Jakarta 2 akan sepenuhnya berbasis digital, sementara Jakarta 1 akan tetap menggunakan metode blended learning.

Pentingnya Integritas bagi Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Ali menyampaikan tiga pesan penting kepada mahasiswa baru, yaitu untuk menjaga kewibawaan, integritas, dan reputasi. Ia menekankan bahwa integritas adalah kunci bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan terstruktur. Tanpa integritas, proses pembelajaran dapat terpengaruh oleh sikap curang dan tidak disiplin.

“Belajar mandiri itu harus punya integritas, karena hanya dia yang bisa tahu dirinya berbohong atau tidak. Hanya dirinya yang tahu dia jujur atau tidak, dan hanya dirinya yang tahu dia sungguh-sungguh atau tidak,” jelasnya. Prof. Ali menegaskan bahwa mahasiswa UT harus menunjukkan disiplin dan komitmen yang tinggi sebagai wujud integritas.

UT Jakarta hadir untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa dengan memfasilitasi warga negara yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka. “Alhamdulillah saat ini mahasiswa UT Jakarta sudah 100 ribu lebih. Itu bukti UT Jakarta sedang berkontribusi dalam pendidikan nasional,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia yang masih rendah, sekitar 24-25 persen, menjadi motivasi bagi UT untuk berkontribusi lebih jauh.

UT menawarkan pendidikan tinggi yang terjangkau, memungkinkan mahasiswa belajar di mana saja tanpa batasan usia, serta tanpa adanya risiko drop out. “Era sekarang kualitas bukan dilihat dari mahalnya biaya pendidikan tinggi dan itu mulai disadari masyarakat Indonesia. Walaupun UT biaya pendidikannya sangat terjangkau, tetapi kualitasnya tidak kalah dengan perguruan tinggi berbiaya tinggi,” tutup Muzammil.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait