Kepolisian Resor (Polres) Serang, Banten, berhasil menyelamatkan seorang balita berusia 17 bulan yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur, setelah menjadi korban penculikan oleh pengasuhnya sendiri di kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, mengungkapkan bahwa pelaku, seorang perempuan berinisial GH (52), berhasil ditangkap pada Rabu (6/5) saat berusaha membawa kabur korban untuk menyeberang ke Provinsi Lampung.
"Begitu menerima informasi dari Polres Tulungagung, Tim Resmob Satreskrim Polres Serang langsung melakukan penyelidikan dan penghadangan di kawasan Pelabuhan Merak," jelas Andri.
Proses Penyelidikan dan Penangkapan
Penyergapan dimulai ketika Satreskrim Polres Serang menerima laporan bahwa pelaku membawa lari balita tersebut menggunakan transportasi umum. Dengan informasi yang ada, petugas segera bergerak untuk menyisir dan memeriksa seluruh bus di Terminal Terpadu Merak (TTM) hingga area dermaga.
Andri menambahkan, pemeriksaan ketat terhadap bus-bus yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni dilakukan untuk mencegah pelaku membawa korban keluar dari Pulau Jawa. Setelah pencarian selama sekitar enam jam, polisi akhirnya menemukan GH yang sedang duduk di dalam sebuah bus di area Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, dengan balita tersebut berada di sampingnya dalam keadaan selamat.
Keberhasilan Penyelamatan dan Proses Hukum
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku berencana membawa bayi tersebut ke kampung halamannya di Desa Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Kapolres memastikan bahwa balita tersebut berhasil diselamatkan tanpa mengalami cedera. Sang anak juga telah dijemput oleh orang tuanya di Mapolres Serang pada Kamis pagi.
Mengenai rincian kronologi kejadian, Kapolres menyatakan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab Polres Tulungagung sebagai pihak yang memiliki wilayah hukum tempat kejadian perkara (TKP). "Setelah diamankan, pelaku langsung kami serahkan kepada penyidik Polres Tulungagung untuk proses hukum lebih lanjut. Korban juga sudah diserahkan kepada orang tuanya dalam keadaan sehat," tutup Andri.
Baca juga: Pemkab Tasikmalaya tangani bayi yang jadi korban penculikan. Baca juga: Marak kasus penculikan, Menteri PPPA minta peningkatan pengawasan anak.