Fakta Politik

Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik, Namun Bukan Fitnah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak menolak kritik, melainkan membedakan antara kritik yang konstruktif dan fitnah. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada acara Harlah...

S
Stevani Nila Wardana
24 July 2026
30 pembaca
thumbnail video prabowo di pkb
thumbnail video prabowo di pkb

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah tidak bersikap anti-kritik. Ia menyampaikan bahwa kritik memiliki peran penting dan dapat berfungsi sebagai penyelamat bagi bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada acara puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta pada hari Kamis, 23 Juli.

Kritik dan Fitnah

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kritik yang membangun dan tindakan mencaci maki serta menyebarkan fitnah. Ia menegaskan pentingnya membedakan antara dua hal tersebut agar komunikasi dan dialog tetap terjaga dengan baik.

Pentingnya Dialog Konstruktif

Prabowo menekankan bahwa kritik yang disampaikan dengan cara yang baik dapat menjadi sarana untuk perbaikan. Ia berharap masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya dengan cara yang konstruktif, tanpa terjebak dalam ujaran kebencian atau fitnah yang merugikan.

Artikel Terkait