Fakta Politik

Prabowo Undang Mendagri dan Kepala BMKG untuk Rapat di Istana

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (26/10). Pertemuan ini membahas...

A
Amara Rukmana
26 October 2026
14 pembaca
Presiden Prabowo memanggil Kepala BMKG dan Mendagri untuk membahas kebakaran hutan, el nino, dan persiapan musim hujan. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Presiden Prabowo memanggil Kepala BMKG dan Mendagri untuk membahas kebakaran hutan, el nino, dan persiapan musim hujan. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Senin, 26 Oktober. Teuku mengungkapkan bahwa ia belum mengetahui secara rinci agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, namun ia membawa beberapa bahan rapat, termasuk informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya kira nanti akan ada banyak hal yang dibahas. Tapi kita menyiapkan banyak bahan juga mulai karhutla, perkembangan el nino ke depan. Kemudian juga persiapan menghadapi bencana hidrometerologi di masuknya musim hujan,” jelas Teuku di lokasi.

Musim Hujan yang Terlambat

Teuku menyatakan bahwa musim hujan di Indonesia mengalami keterlambatan sekitar 20 hingga 30 hari akibat fenomena el nino. Ia menjelaskan bahwa sebagian wilayah di Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan pada bulan November hingga Desember, dengan puncaknya terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Menurutnya, hal ini perlu diwaspadai karena karakteristik hujan yang akan terjadi adalah normal.

“Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dengan durasi yang lebih pendek, dengan sifat hujan normal. Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang,” tambahnya.

Operasi Modifikasi Cuaca

Dalam upaya menangani kebakaran hutan dan lahan, Teuku mengungkapkan bahwa mereka melaksanakan operasi modifikasi cuaca yang menggabungkan penggunaan dry ice dan garam (NaCl). Ia menyatakan bahwa berdasarkan arahan Presiden, operasi ini dilakukan secara masif, bahkan salah satu yang paling besar selama ini.

Teuku juga menginformasikan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah cukup tinggi dalam lima hari ke depan. “Kalau Kalimantan Tengah, hari ini sampai dengan lima hari ke depan ini potensinya tinggi untuk pertumbuhan awan. Kalau di Sumatra Selatan, itu mulai besok sampai lima hari ke depannya, ini tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak banyak berkomentar saat tiba di Istana. Ia hanya meminta kepada awak media untuk menunggu hasil dari rapat terbatas dengan presiden yang akan berlangsung.

Artikel Terkait