Dr. Alim Setiawan Slamet, yang merupakan Rektor IPB University, baru saja dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Posisi Wamentan sebelumnya diisi oleh Sudaryono, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri pada 22 Juli 2026 karena alasan kesehatan. Nanik sebelumnya menggantikan Dadan Hindayana, seorang pakar entomologi dari IPB, yang ditahan terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran 2025-2026.
Profil Alim Setiawan Slamet
Alim Setiawan Slamet lahir di Demak pada 27 Februari 1982, berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang sebagai guru dan petani. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Teknologi Industri Pertanian pada tahun 2005 dan melanjutkan S2 di bidang yang sama pada tahun 2009. Alim kemudian meraih gelar S3 di Ehime University, Jepang, dalam bidang Agricultural Marketing and Agribusiness pada tahun 2017. Sejak tahun 2015, ia juga tercatat sebagai anggota The Agricultural Marketing Society of Japan.
Di IPB, Alim memulai kariernya sebagai dosen di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). Ia pernah menjabat sebagai Asisten Rektor dari tahun 2007 hingga 2012 dan terlibat dalam Komisi Kemahasiswaan di Departemen Manajemen FEM dari tahun 2008 hingga 2013. Ia juga menjabat sebagai Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB pada tahun 2013-2014, sebelum menjadi Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier di IPB pada tahun 2018-2022. Sejak tahun 2022, Alim menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB hingga tahun 2025.
Menjadi Rektor IPB
Pada usia 43 tahun, Alim resmi dilantik sebagai Rektor IPB. Ia menjabat sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Rektor IPB University periode 2023-2028, dilantik oleh Ketua MWA IPB University, Prof Hardinsyah, di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor pada 11 Desember 2025. Alim menggantikan Prof Arif Satria yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam pernyataannya saat dilantik, Alim menekankan bahwa IPB sedang memasuki fase baru menuju kampus technopreneurial. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kurikulum yang berbasis link and match, pengembangan keterampilan masa depan bagi pemimpin perubahan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mahasiswa dan dosen untuk berkembang. "Tumbuh di keluarga guru dan petani membuat saya memahami bahwa menanam ilmu adalah investasi masa depan. IPB memasuki babak baru menuju technopreneurial university dalam bingkai Agromaritim 5.0," ujarnya.