I Gede Selamet (21), seorang sopir truk asal Desa Muncan, Karangasem, Bali, telah meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, Denpasar. Selamet menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh bosnya, I Putu Cahyadi Putra (37).
Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas, mengonfirmasi berita duka tersebut. "Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia," ujarnya.
Proses Pemulangan Jenazah
Saat ini, jenazah Selamet masih berada di rumah sakit dan direncanakan akan diserahkan kepada keluarganya pada hari Sabtu (26/9). Tunas menambahkan, "Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya."
Detail Kejadian Pembakaran
Selamet mengalami luka bakar yang parah, mencapai 68% di seluruh tubuhnya, sejak Jumat (18/9) setelah dibakar oleh bosnya terkait masalah uang setoran yang belum dibayarkan. Setelah insiden tersebut, pelaku langsung ditangkap oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polsek Selat untuk dimintai keterangan, hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini menarik perhatian masyarakat dan menimbulkan keprihatinan atas tindakan kekerasan yang terjadi di tempat kerja.